Perahu hias nelayan Karangantu ramaikan Festival Masyarakat Pesisir 2017. (Foto: TOPmedia)
Perahu hias nelayan Karangantu ramaikan Festival Masyarakat Pesisir 2017. (Foto: TOPmedia)

Gelaran Tasyakuran Laut di Pelabuhan Kesultanan Banten

SERANG, TOPmedia - Lima tahun terakhir nelayan Pelabuhan Karangantu di Kota Serang setiap tahunnya menggelar Nadran atau selamatan laut atas hasil tangkapan yang melimpah dalam satu tahun terakhir.

Gelaran Nasrani itu bukan menjadi bagian dari ritual budaya. Namun sengaja digelar untuk menarik wisatawan datang ke Kota Serang, Banten.

"Baru Lima tahun, (asal muasal) mungkin karena program nya wisata. Paling juga hasil bumi aja (yang dilarung). Kalau di sini kaya nya enggak ada (Larung kepala hewan ke laut)," kata Bambang Koesminto, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), yang ditemui disela-sela acara Festival Masyarakat Pesisir di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Jumat (03/11/2017).

Laut di Karangantu yang syarat akan sejarah Kesultanan Banten hari ini, Jumat 03 November 2017 diramaikan oleh puluhan perahu hias milik nelayan.

Di Kecamatan Kasemen, Kota Serang sendiri memiliki 63 titik sejarah Kesultanan Banten, diantaranya Pelabuhan Karangantu, Keraton Surosowan, Keraton Mainin, hingga Masjid Agung Banten.

"Kita juga punya rencana membuat replika kapal VOC untuk menambah jumlah wisatawan ke Karangantu," kata Wali Kota Serang, Tb Haerul Jaman, ditempat yang sama, Jumat (03/11/2017). (YDtama/Red)

berita terkait

Komentar