Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten kembali demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020)
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten kembali demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020)

Geger Banten Aksi Longmarch Suarakan Tolak UU Cipta Kerja

SERANG, TOPmedia - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Geger Banten kembali demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Penolakan kali ini Geger Banten melakukan longmarch dari depan Kamus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sampai ke Alun - alun Kota Serang.
 
Koordinator Aksi, Arman mengatakan aksi longmarch dalam menolak UU Cipta Kerja adalah sebagai bentuk kampanye terhadap masyarakat untuk bersama - sama menolak UU tersebut dan menekan kepada Presiden segera terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang (Perppu).
 
"Longmarch dari Kampus UIN Banten sampai Alun - Alun sebagai bentuk kampanye terhadap masyarakat untuk bersama - sama menolak UU Cipta Kerja untuk menekan Presiden segera mengeluarkan perppu," katanya kepada wartawan dilokasi, Kamis (22/10/2020).
 
Arman melanjukan, Geger Banten sudah 4 minggu berturut - turun melakukan aksi menolakan tersebut, selain itu, kata dia, Geger Banten juga mengkaji selama 6 bulan soal UU Cipta Kerja itu sehingga berkesimpulan tolak UU Cipta Kerja adalah harga mati.
 
"Ini tentu yang memang satu gerakan menolak UU Cipat Kerja, Geger Banten selama 6 bulan mengkaji lalu hari ini kita memutuskan aksi selama 4 minggu berturut - turut ahirnya kami memiliki kesimpulan bahwa UU Cipta Kerja ini tidak bisa dinegosiasiskan ini sudah harga mati, harus ditolak," imbuhnya.
 
Tidak hanya itu, sambung Arman, pihaknya juga mengaku sudah melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hari ini, kata dia, tinggal menunggu apakah Presiden pro terhadap rakyat atau tidak.
 
"DPRD juga sudah kami berikan surat mosi tidak percaya, ini bentuk hari ini kita menunggu sikap Presiden menandatangai Perppu atau tidak. Ini memang sikap Presiden berpihak terhadap rakyat atau tidak," tegasnya.
 
Arman juga menegaskan Geger Banten akan rutin dalam satu minggu satu kali akan melakukan aksi demonstrasi dalam menolak UU Cipta Kerja tersebut sebagai bentuk kekecewaan.
 
"Kita akan rutin seminggu sekali melakukan aksi sebagai bentuk kekecewaan kami untuk menolak Cipta Kerja," tandasnya. (Adi/Red)
 

berita terkait

Komentar