Perahu nelayan di pelabuhan perikanan Karanganantu Kota Serang (Foto:Adi)
Perahu nelayan di pelabuhan perikanan Karanganantu Kota Serang (Foto:Adi)

Fenomena La Nina, Nelayan Karangantu Kota Serang Keluhkan Tangkapan Ikan Menurun

SERANG, TOPmedia - Nelayan tradisional di Pelabuhan Perikanan Karangantu, Kota Serang mengeluhkan turunnya hasil tangkapan ikan, akibat fenomena La Nina yang melanda beberapa wilayah di Banten, yang mengakibatkan cuaca buruk.

Salah satu nelayan tradisional di Karangantu, Indra (26) mengatakan tangkapan ikan menurut sudah terjadi sejak sebulan lalau, hal tersebur diakibatkan cuaca yang tidak menentu.

"Memang sudah sebulan ini tangkap ikan kita menurun, karena saat ini lagi terang bulan ditambah faktor cuaca yang tidak menentu jadi ikan ikanya jarang ada," katanya kepada wartawan di Karangantu, Kota Serang, Rabu (28/10/2020).

Dalam sebulan terakhir ini, sambung Indra, dirinya bersama rekan - rekanya mengalami penurunan hasil tangkap ikan. Sehingga mempengaruhi terhadap kebutuhan dalam sehari - harinya.

"Biasanya kalau normal kita penghasilan mencapai satu ton lebih, kalau sekarang hanya 20 kilo itu juga kalau kebetulan saja. kadang gak dapet sama sekali," imbuhnya.

Indra melanjutkan, meski cuaca buruk para nelaya yang ada di Karangantu tetap pergi melaut untuk memenuhi kebutuhannya, meski pendapatanya hanya sedikit.

"Mau gimana lagi, kita harus tetap melaut meski cuaca begini. karena kalau gak pergi kita mau makan apa?," ungkapnya.

Sementara itu nelayan lainnya, Yusuf (59) mengungkapkan selama hampir 3 bulan penghasilan tangkapan ikanya menurun derastis akibat cuaca terang bulan yang melanda pesisir pantai Karangantu. Sehingga sangat mempengaruhi terhadap pendapatan ekonominya.

"Jadi nelayan perhitunganya kan kalau berangkatnya terus pulangnya tidak dapet ikan itu kan rugi," ungkapnya.

Sedangkan selama tidak pergi melaut, Dikatakan Yusuf, para nelayan itu hanya mengisi waktu luangnya untuk melakukan pengecekan kapal dan juga meberesihkan jaring tangkapanya.

"Kalau kita setiap melau ga dapet ikan pasti pengaruh ke pedaga, jadi harga pasti naik. Karena mereka juga tergantung dari hasil tangkapan kita," ujarnya.

Terpisah, pelelang ikan laut di pasar Karangantu, Adi (24) mengau dengan kondisi seperti ini sangat mempengaruhi terhadap harga ikan jualannya yang saat ini tengah naik.

"Sekarang memang harga ada kenaikan, karena ikanya susah dari nelayan ga ada kiriman lagi," ucapnya.

Saat ini dirinya menjual harga ikan tuna per Kilogram Rp. 38.000 dari harga sebelumnya Rp. 35.000 sedangkan untuk harga udang menjadi Rp. 90.000  per Kilogram dari harga asalnya Rp. 70.000.

"Emang kenaikan harga ikan ini sudah lama sekitar 1 bulan semenjak nelayan penghasilanya berkurang," sambung Adi.

Sementara itu, Kasi data dan Informasi BMKG klas I Serang Tarjono menjelaskan jika melihat grafis prakiraan awal musim penghujan tahun 2020/2021 di wilayah Banten dan Jakarta. Kata dia, Wilayah 58 akan masuk penghujan pada Dasarian ke I bulan Desember 2020.

"Artinya wilayah Karangantu baru akan masuk musim penghujan pada Dasarian ke I bulan Desember 2020," ujarnya.

Tarjono melanjutkan, untuk Kota Serang bagian selatan saat ini sudah memasuki musim penghujan. Kemudian, kata dia, terkait keluhan nelayan yang mengalami penurunan hasil tangkapan ikan, bisa saja terjadi jika suhu air laut hangat.

"Pada suhu air laut yang hangat ikan akan sulit mencari sumber makanan, bahkan untuk bertahan hidup," tandasnya.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar