Fahmi Hakim.*
Fahmi Hakim.*

Fahmi Hakim Terpilih Aklamasi di Musda DPD Golkar Kab.Serang

SERANG, TOPmedia - Semua kader partai Golkar di Banten harus mematuhi dan satu suara terkait keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam Pilgub Banten 2017 nanti.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Banten Tatu Chasanah dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX partai Golkar, Selasa (20/9/2016).

Dalam Musda tersebut Tatu berharap, meskipun di dalam tubuh partai Golkar terdapat perbedaan pendapat, namun ketika DPP sudah memutuskan, semua harus patuh.

"Intruksi partai wajib dilakukan, tidak ada lagai tawar menawar. Kalau Intruksi partai memerintahkan untuk memenang salah satu partai, maka harus dilaksanakan. Kalau tidak, nanti ada sanksi dari partai sampai tingkat bawah sekalipun," ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Tatu, partai Golkar masih membuka komunikasi kepada partai lain untuk bersama-sama bergabung dalam gerbong koalisi kami. Meskipun ia sadar, keputusan koalisi itu ada di tingkat DPP.

Selain membicarakan masalah Pilkada, Musda tersebut juga mengukuhkan Fahmi Hakim sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang menggantikan SM Hartono yang tersandung kasus korupsi belum lama ini.

"Dengan adanya musibah yang menimpa ketua DPD Golkar Kabupaten Serang terdahulu tentunya ini harus menjadi pelajaran buat kader Golkar terutama yang mengemban amanah di posisi-poisi pimpinan baik legislatif ataupun eksekutif, selaku ketua Golkar kabupaten/kota ataupun Provinsi, harus hati-hati jangan sampai tersandung kasus hukum," ujarnya.

Fahmi Hakim mengaku senang sekaligus bangga bisa memimpin DPD Golkar Kabupaten Serang secara aklamasi. Pasalnya, dari delapan kali musda digelar baru kali ini prosesnya diakhiri secara aklamasi.

“Ini menjadi bagian yang harus saya siapkan untuk membangun kedepan. Langkah awal, kami akan konsolidasi yang terkonsolidasi program partai, serta menyiapkan pelaksanaan muscab dan musdes untuk proses struktur. (TM-2/red)

berita terkait

Komentar