Kapolda Banten, Brigjen Pol Drs H Ahmad Dofiri saat memimpin langsung evakuasi korban banjir bandang dan sekaligus membuka akses jalur yang terputus akibat banjir. (Foto: Net)
Kapolda Banten, Brigjen Pol Drs H Ahmad Dofiri saat memimpin langsung evakuasi korban banjir bandang dan sekaligus membuka akses jalur yang terputus akibat banjir. (Foto: Net)

Dugaan Pembalakan Liar, Polda Banten akan Panggil Instansi Pengelola Hutan

SERANG,TOPmedia - Terkait dugaan pembalakan liar di Gunung Pabeasan dan Gunung Aseupan, Kepolisian Daerah Banten akan meminta keterangan kepada tiga pengelola hutan, yakni Tahura Banten, Litbang IPB dan Perhutani.

Ketiga pihak itu dianggap mengetahui bagaimana kondisi alam dan kerapatan hutan di wilayahnya. Jadi, diharapkan akan diketahui penyebab longsor dan banjir bandang yang terjadi pada 25 Juli 2016.

"Kita akan panggil pemerintah daerah, terutama dari Dinas Kehutanan juga bagaimana pengelolaannya (hutan). Pokoknya semua yang terkait permasalahan itu akan kita panggil, termasuk kepala desa akan kami panggil karena dokumen sementara ada dari kepala desa," kata Dirkrimsus Polda Banten Kombes Nurullah, Senin (1/8/2016) seperti dikutip dari okezone.com

Berita terkait: Polda Banten Periksa Empat Orang Terkait Dugaan Pembalakan Liar

Dari hasil pantauan menggunakan helikopter, anggota Polda Banten juga mengaku telah melihat ada beberapa wilayah yang bekas tebangan. Namun,  belum bisa dipastikan apakah itu penebangan liar atau bukan.

"Fokus perhatian penyelidikan ada di daerah yang terkena longsor. Tapi yang terparah di Carita karena sudah mengganggu ketertiban umum dan ada korban yang meninggal dunia sampai satu keluarga empat orang," tutur Kombes Nurullah. (Okezone/red)

berita terkait

Komentar