Petugas kepolisian saat memadamkan api dari ban bekas yang dibakar oleh massa saat unjuk rasa di PT. Krakatau Steel. (Foto: TOPmedia)
Petugas kepolisian saat memadamkan api dari ban bekas yang dibakar oleh massa saat unjuk rasa di PT. Krakatau Steel. (Foto: TOPmedia)

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Unjuk Rasa Ribuan Buruh PT Krakatau Steel Ricuh

CILEGON, TOPmedia - Aksi unjukrasa yang digelar ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja yang ada di PT Krakatau Steel diwarnai aksi bakar ban. Unjuk rasa penolakan PHK massal di depan Gedung  PT Krakatau Steel merupakan aksi lanjutan kemarin, yang mana para pekerja alih daya atau outsourcing tersebut menolak keras tindakan perusahaan milik BUMN ini untuk melakukan PHK Massal.

Dalam aksi yang berlangsung didepan Gedung Tekhnologi tersebut, massa juga turut melakukan pembakaran ban bekas sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan perusahaan, dan mencoba menghadang petugas pemadam dari PT KS yang akan melakukan pemadaman api tersebut, sehingga memicu kericuhan. Beruntung, petugas kepolisian dapat meredam aksi kericuhan yang berlangsung singkat tersebut.

"Ini aksi lanjutan yang kemarin, kemarin kami minta dirutnya buat nemuin tapi engga ada nemuin, tapi hari ini GM-nya ngejanjiin mau bertemu dengan kita," ujar Suloso, Koordinator Aksi unjuk rasa, ditemui di lokasi, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Tak Temui Kesepakatan Dalam Mediasi, Ribuan Buruh PT KS Kembali Gelar Aksi

Menurut Suloso, ada sekitar 3900 pegawai yang terancam dirumahkan secara bertahap hingga september mendatang. Lebih lanjut, Suloso juga mengungkapkan, para buruh akan tetap menolak PHK tersebut karena menurutnya sudah ada kebijakan antara PT KS dan buruh,  yang mana perusahaan tidak bisa memutuskan hubungan kerja karyawan sebelum ada putusan dari pengadilan.

"Jadi kami komitmen tidak ada PHK, karena kami sudah ada kesepakatan dengan KS-nya sendiri dengan Anggota Dewan DPR RI juga. Bisa PHK tapi bukan dari PT KS, tetapi itu harus inkrah dari pengadilan, sepanjang itu enggak ada ya, kita enggak mau," katanya.

Bahkan, buruh mengancam akan menurunkan jumlah massa yang lebih besar lagi apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh managemen perusahaan. Hingga sampai saat ini, aksi unjuk rasa masih berjalan. Massa juga mulai bergerak ke Kantor Walikota Cilegon untuk menyampaikan aspirasinya melalui pemerintah. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar