Kafilah Provinsi Banten di ajang MTQ tingkat Nasional ke-XXVI di Kota Mataram, NTB. (Foto: Humas)
Kafilah Provinsi Banten di ajang MTQ tingkat Nasional ke-XXVI di Kota Mataram, NTB. (Foto: Humas)

Peluang Banten Jadi Juara Umum di MTQ Nasional ke- XXVI Menipis

SERANG, TOPmedia – Peluang kafilah Provinsi Banten untuk menjadi juara umum di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVI di Kota Mataram, NTB menipis. Pasalnya, dari 22 finalis yang masuk babak final di delapan cabang yang dilombakan, kafilah Banten hanya juara pada satu cabang lomba.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten Uwes Syukurni menyebutkan, berdasarkan hasil pertandingan final di hari kelima dari 22 cabang kafilah Banten yang masuk finalis, delapan cabang finalis sudah selesai dipertandingkan.

Hasilnya, dari delapan cabang itu kafilah Banten hanya berhasil meraih juara pertama yakni di cabang Musabaqoh Syarh Al-Quran (MSQ) Putri atas nama Sarah Rizka Halila, Yayah Inayah, dan Shasha Widyasari.

Peserta Banten ini tampil menawan di babak final dan unggul atas peserta dari Sumbar, dan Jawa Barat. Sedangkan dari tujuh cabang lainnya, kafilah banten, Ahmad Hamdani harus puas menduduki urutan kedua, posisi pertama ditempati oleh peserta Sumsel, dan posisi ketiga diduduki oleh peserta Jawa Timur.

"Yang paling memperihatinkan pada cabang MQK atau cabang Khat atau Kaligrafi yang menjadi unggulan Banten, di mana dari lima finalis di cabang itu, tidak satupun Banten meraih juara I. Kafilah Banten harus puas menduduki posisi kedua, dan ketiga," ungkap Uwes.

Ia melanjutkan, untuk cabang MKQ Naskah Putri kafilah banten atas nama Rahmawati harus puas menduduki ketiga, sedangkan posisi pertama diraih peserta DKI Jakarta, dan kedua oleh Riau. Cabang, MKQ Hiasan Mushaf Putra Yusuf Firdaus Hasibuan juga meraih posisi ketiga, kalah dari peserta Jabar, dan Aceh.

Cabang MKQ Golongan Dekorasi Putera Zaenudin Rais juara ketiga, kalah dari Sumbar, dan DKI Jakarta. Kemudian cabang MKQ Golongan Kontemporer Putera Kurnia Agung Robiansyah juara ketiga kalah dari DKI dan NTB.
 
“Ini aneh padahal kualitas hasil karya peserta Banten di atas kanvas dalam menulis ayat-ayat Al-qur’an tak kalah indahnya dari peserta lain,” katanya.
 
Uwes mengatakan, untuk cabang Musabaqoh Fahmil Qur’an atau cerdas cermat Al-qur’an (CCQ), kafilah Banten atas nama Hilman Hujaji, Muhammad Fathi, dan Haris Abdul Majid juga tersingkir pada babak final yang digelar di gedung BI Mataram dan harus puas menduduki posisi ketiga.
 
“Di mana skor akhir peserta dari Aceh dengan nilai 1130, Papua Barat dengan nilai 1175, dan Banten 875,” katanya.
 
Uwes mengatakan, kendati sejumlah finalis Banten gagal di babak final kemarin, namun peluang Banten untuk meraih juara umum masih terbuka lebar. Di mana pada hari terakhir nanti kafilah Banten masih menyisakan pesertanya dari 22 finaslis di babak final sebanyak 14 peserta lagi.

Seperti, di cabang tilawah dewasa putra atas nama Fathullah, cabang  tilawah dewasa putri atas nama Cucu Marliyah, cabang tilawah remaja putra Farhan Muhammadi, cabang tilawah remaja putri Reni Desma Jetri, cabang tilawah Qira’at putri atas nama Mastia Lestaluhu, cabang tilawah Qira’at putra Abdullah Fikri, cabang tilawah tartil putra atas nama Manural Huda, cabang Tahfizh 1 juz putri atas nama Khoirotun Hisan, cabang Tahfizh 5 juz putra Abdul Minan.

“Kita tetap optimis bisa membuka peluang juara umum, karena dari sisa 14 cabang yang dilombakan, kita masih unggul dari daerah lainnya. Dan minimal kita bisa menyumbang 10 cabang untuk menyumbangkan juara I, sehingga target juara umum bisa tercapai,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Irvan Santoso mengatakan, pihaknya merasa optimis peluang banten menjadi juara umum masih terbuka, meskipun saat ini posisi Banten di hari kelima ini masih kalah dari DKI Jakarta dan Provinsi Riau. Namun, di hari terakhir nanti diharapkan kafilah Banten bisa mencuri angka.

“Tahun ini kafilah Banten paling kompak. Bahkan, di seluruh cabang kekuatan kafilah Banten lebih merata kalau dibandingkan tahun lalu. Di mana di ajang MTQ sebelumnya  Banten unggul di cabang MQK, Fahmil, tilawah, dan tahfidzh kini semuanya merata,” ujarnya. (Humas/red)

berita terkait

Komentar