Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat meresmikan sebuah hotel baru bernama "Swissbell hotel" di Jalan Pagebangan No 52, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (23/10/2020).
Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat meresmikan sebuah hotel baru bernama "Swissbell hotel" di Jalan Pagebangan No 52, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (23/10/2020).

Ditengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Cilegon Resmikan Hotel Baru

CILEGON, TOPmedia – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon masih dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19. Namun, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi justru meresmikan sebuah hotel baru bernama "Swissbell hotel" di Jalan Pagebangan No 52, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (23/10/2020).

"Saya mengapresiasi management dari Swissbell, meskipun Pandemi Covid-19 tapi tetep dibuka. Makanya saya dorong, yuk kita resmikan supaya lebih diketahui masyarakat," Kata Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi usai meresmikan Swiss Bellhotel Cilegon, Jumat (23/10/2020).

Lanjut Edi, mudah-mudahan dengan hadirnya hotel baru bisa membantu ketenagakerjaan dan pendapatan daerah. Termasuk, kata Dia, parawisata sebagai penunjang.

"PSBB mah jalan terus, tapi tetep spesifik. Kami tambah jam kerja mereka supaya nggak stagnan, kaya di mall-mall. Supaya perekonomian tetap jalan," ujarnya.

Sementara itu, Manager Swissbell Hotel Cilegon, Stefanus Dimas mengucapkan rasa syukur atas peresmian hotel yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Cilegon.

"Rasanya memang belum buka kalo belum diresmikan Wali Kota Cilegon. Jadi, itu yang saya syukuri, beliau kebetulan berkenan, dan saya sangat menghargai dan mengapresiasi hal itu," Ucapnya.

Ia juga berharap, dengan hadirnya hotel tersebut mampu memberikan kontribusi yang positif untuk Kota Cilegon. Diantaranya, kata Dia, Perekonomian, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

"Boleh dibilang kami ini ditengah pandemi belum memaksimalkan tenaga kerja yang seharusnya, jadi kalo saya bisa kasih gambaran mungkin dengan kondisi 115 kamar seharusnya karyawan yang ada itu paling tidak 80 orang, cuma dengan kondisi Covid-19 ini kami buka untuk 30 orang dulu secara total. Nah, dimana dari 30 orang ini 20 orang itu memang warga Kota Cilegon, jadi memang kami berusaha memaksimalkan putra daerah," tuturnya.

Selain itu, ia juga tidak mengkhawatirkan adanya cluster baru pada hotel tersebut. Pasalnya, kata Dia, timbulnya cluster baru karena tidak mengikuti protokol kesehatan.

"Kami disini akan menerapkan protokol kesehatan sesuatu anjuran WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," pungkasnya.(Firasat/Red)

berita terkait

Komentar