Pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Lebak.*
Pabrik Semen Merah Putih di Bayah, Lebak.*

Disnakersos Lebak: Diduga Ada "Pemain" TKA di PT. Semen Merah Putih

LEBAK, TOPmedia - Membludaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan di proyek pembangunan terminal khusus dan dermaga PT. Cemindo Gemilang produsen Semen Merah Putih di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak mendapat sorotan tajam dari kantor Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Lebak.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial pada kantor Disnakersos Lebak, Edi Mudjiarto, menduga ada permainan yang dilakukan oknum petugas tertentu yang melindungi para TKA ilegal.

"Coba tanya data rill jumlah TKA yang bekerja di pembangunan Tersus (Terminal Khusus) dan dermaga PT. Cemindo, saya yakin seperti pihak kantor Imigrasi tak sepenuh terbuka. Logikanya, kan mereka pasti tahu dong berapa jumlah sebenarnya, terlepas yang diduga ilegal atau pun legal," kata Edi, Jumat (26/08/2016).

Kata Edi, pihaknya tak mau dikambing hitamkan dengan banyaknya para TKA di Tersus dan dermaga PT. Cemindo Gemilang yang bekerja seperti menjadi tukas las atau kuli bangunan.

Sebab, pihaknya pun sudah melakukan monitoring dan meminta pihak yang memperkerjakan TKA untuk melaporkan kepada Disnakersos Lebak.

"Jangan lepas tanggung jawab lalu melempar ke kami (Disnakersos). Kami hanya menerima laporan soal izin kerja para TKA. Itupun setelah kelengkapan perizinan lengkap dari Imigrasi, Kementerian Tenaga kerja, Polres dan Disdukcapil. Sedangkan kewenangan penindakan ketika ada TKA diduga ilegal kan ada pada kantor Imigrasi," tegasnya.

Disinggung tak ikut sertanya Disnakersos Lebak dalam operasi gabungan dengan Imigrasi dan Tim Pora Lebak, Edi kembali menegaskan, bahwa pada waktu yang sama pihaknya sedang ada kegiatan yang sudah teragendakan sejak lama.

"Pak Kasi pengawasan juga karena sebagai PPTK dalam kegiatan tersebut, maka saat itu tidak bisa ikut serta. Saya tidak bisa mendelegasikan ke kasi atau ke staf yang lain, ya nanti nggak nyambung dong," pungkas Edi. (Tm-2/red)

berita terkait

Komentar