Para anak Punk di ajak ke Masjid dan Diajarkan cara Berwudhu oleh Ustadz H. Jonny Abdul Jabbar
Para anak Punk di ajak ke Masjid dan Diajarkan cara Berwudhu oleh Ustadz H. Jonny Abdul Jabbar

Dinilai Meresehakan, Anak Punk Di Lampu Merah Ciruas Kabupaten Serang Mau Diajak Shalat Berjamaah

SERANG,TOPmedia - Keluhan warga masyarakat di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dengan adanya puluhan anak punk atau berandal disekitar taman hingga lampu merah mulai terjawab.
 
Kerisauan ataupun ke-khawatiran masyarakat Ciruas itupun terbantu oleh Jamaah silaturahmi Ustadz H.Jonny Abdul Jabbar yang tiba di Masjid Baitul Mukmin, Jalan Raya Ciruas Pasar, Kabupaten Serang, Selasa(1/12/2020).
 
Ustadz H. Jonny Abdul Jabbar yang merupakan utusan dari Masjid Raya Albantani KP3B Kota Serang, melakukan pembinaan kepada anak punk atau berandal disekitar taman hingga lampu merah ciruas.
 
Para anak punk di ajak ke masjid, dengan dimandikan dengan mandi besar. Setelahnya diajarkan berwudhu dan tata cara shalat fardu.
 
"Anak-anak muda ini hanya perlu diberikan pembinaan, dan mereka berkeliaran karena tidak ada yang peduli. Maka itu, mari kita mulai pedulu dengan sesama, walau hanya mengajarkan berwudhu serta shalat berjamaah," ungkap Ustadz H. Jonny Abdul Jabbar yang sedang melakukan road show keliling masjid dan kampung selama 40 hari di sekitar Kota/Kabupaten Serang.
 
Tidak hanya itu, sekitar 7 orang anak punk dan seorang bencong diberikan sarung berserta kemeja untuk dipakai salama di Masjid Baitul Mukmin.
 
"Mereka juga kita berikan sarung, kemeja beserta kopiah, untuk dipakai shalat berjamaah. Kita ingin mengembalikan umat kepada Allah, dan biarkan hidayah itupun datang dengan sendirinya," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Baitul Mukmin Ciruas, H. Yahya Saleh mengakui, road show Jamaah silaturahmi ini sangatlah bagus dan positif, karena mereka mau peduli dengan keadaan masyarakat yang masih kurang dalam beribadah.
 
"Saya pribadi sangat berterimakasih, dari sekitar 500 penduduk di sekitar Masjid Baitul Mukmin, menjadi rajin untuk beribadah maupun datang ke masjid," kata H. Yahya.
 
Dirinya pun mengapresiasi, para jamaah yang tidak kenal lelah mendatangi anak-anak punk maupun bencong yang berada di lampu merah Ciruas.
 
"Kini telah berkurang, sebagian rajin datang ke masjid. Memang cara begini lebih efektif untuk membina anak punk. Dimandikan besar, diajarkan berwudhu, dan cara shalat. Tak lupa diajarkan mengaji, dan mendengarkan ceramah agama. Sangat efektif dan solusi untuk mengurangi keberadaan anak punk di pinggir jalan," ujarnya.
 
Ia berharap, kedepan jamaah silaturahmi bisa kembali datang ke Masjid Baitul Mukmin Ciruas, dan dirinya siap melakukan kerjasama. 
 
"Dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan shalat berjamaah, dan memprogram kegiatan keagamaan siap dilakukan," tutupnya seraya mengakhiri wawancara.
 
Diketahui, program pembinaan inipun, didampingi oleh Sersan Sonif A.F Aparat dari unsur Muspika Kodim 0602/Serang. Juga bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI Pro 1 Banten, 94,9FM). (Feby/Red).
 

berita terkait

Komentar