Masyarakat Padarincang berbondong-bondong memasang baliho penolakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi   (PLTPB), Minggu, 07/04/2019. (Foto:TOPmedia).
Masyarakat Padarincang berbondong-bondong memasang baliho penolakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), Minggu, 07/04/2019. (Foto:TOPmedia).

Diduga Kembali Beraktivitas, Warga Padarincang Gelar Aksi Tolak Proyek Geothermal

SERANG, TOPmedia - Mendapat kabar bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi   (PLTPB)  akan beraktifitas kembali, masyarakat Padarincang berbondong-bondong memasang baliho penolakan. Warga Padarincang yang tergabung dalam aliansi Sapar (Syarekat Perjuangan Rakyat Tolak Geothermal) memasang baliho tepat diakses masuk proyek geothermal atau didepan kantor Desa Batukuwung.

Baca Juga

Aunilah selaku ulama setempat yang sejak awal menolak proyek tersebut mengatakan, bahwa masyarakat Padarincang akan tetap menolak Geothermal karena merusak alam. "Kami masyarakat Padarincang dan sekitarnya tetap menolak pembangunan Geothermal," tegasnya, Minggu, (07/04/2019)

Lenih lanjut Aunilah mengatakan, semakin kuat keinginan untuk melanjutnya proyek PLTPB maka masyarakat pun akan semakin keras menolaknya. "Semakin bersikeras melanjutakan proyek ini, kami pun masyarakat akan semakin keras melawan dan mengusir proyek durjana ini," tuturnya.

Diketahui Pembangunan Geothermal di Kampung Wangun Desa Batukuwung Kecamatan Padarincang dengan luas dua hektare tersebut sudah mendapat penolakan dari masyarakat sejak bulan desember 2018 lalu, sampai kini belum ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten Serang maupun Provinsi Banten atas terbengkalainya proyek tersebut.

Hingga saat ini masyarakat masih berjaga-jaga dengan mendirikan pos disepanjang Jl. Raya Palka, Serang, Banten. (TB/Red)

berita terkait

Komentar