Ilustrasi.
Ilustrasi.

Diduga Kebocoran PAD, DPRD Kota Serang Akan Panggil BPKAD

SERANG, TOPmedia - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang mulai mencium adanya potensi kebocoran pendapatan dari sektor pajak retribusi. Sebab itu, Pemkot Serang disarankan melakukan antisipasi kebocoran tersebut dengan pemberlakukan e-Money.

Ketua Komisi III DPRD Kota Serang, Tb Ridwan Akhmad mengatakan, PAD Kota Serang saat ini hanya mampu menyumbang sekitar 18 persen dari total Pendapatan dalam APBD 2020. “Makanya ketergantungan Kota Serang terhadap dana transferan sangat besar, dan rasio kemandirian daerah sangat rendah,” kata Ridwan, melalui sambungan telepon, Jumat (8/11/2019).

Lanjut Ridwan, Pemkot Serang harus serius menggali dan mengoptimalkan potensi PAD. “Saya kira, Pemkot harus kerja ekstra agar tidak adanya potensi kebocoran PAD. Baik dari sektor pajak maupun retribusi," ungkapnya.

Kemudian, menurut Ridwan, pihaknya mengendus adanya potensi kebocoran PAD dari retribusi parkir, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang lantaran belum memiliki izin operasional. Ia mengaku, akan mengecek langsung baik ke pihak pengelola ataupun PTSP dan DPKAD. “Kami akan cek kebenaran info. Kita cek dulu buktinya benar atau tidak,” jelasnya.

Tak sampai disitu, masih kata Ridwan, jika dugaannya tersebut benar. Maka itu, Komisi III akan meminta PTSP dan DPKAD menindak tegas pihak pengelola. “Termasuk meminta pihak pengelola menyetorkan pajak parkir yang belum dibayarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Wachyu B Kristiawan menyambut baik usulan Komisi III DPRD Kota Serang. “Pada prinsipnya keinginan kami pun sama dengan komisi III,” ucapnya.

Dikarenakan, kata Wachyu, penerapan transaksi non tunai memang menjadi salah satu alternatif mencegah kebocoran PAD. Pihaknya akan melakukan upaya kearah tersebut. “Kami ingin mendorong penerapan transaksi non tunai dalam pemungutan retribusi,” ujarnya.

Sedangkan terkait penarikan pajak menggunakan e-Money, sambungnya, sudah melakukan dengan berkerjasama kepada pihak Bank BJB. “Pemberlakuan e-Money untuk pajak kami juga sedang bekerjasama dengan BJB. Kami sedang membicarakan detail teknisnya (penggunaan teknologi, Red),” tutup Wachyu. (TM3/Red)

berita terkait

Komentar