Barang bukti Tramadol HCI dan Heximer yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten dari toko Kosmetik di Kampung Mauk, Desa Tegal Kunir Kidul, Kacamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Barang bukti Tramadol HCI dan Heximer yang diamankan Ditresnarkoba Polda Banten dari toko Kosmetik di Kampung Mauk, Desa Tegal Kunir Kidul, Kacamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Diduga Edarkan Tramadol dan Heximer, Dua Pria di Tangerang Diamankan Polda Banten

TANGERANG, TOPmedia - Diduga mengedarkan obat-obatan terlarang jenis Tramadol HCI dan Heximer, dua pemuda berinisial AR dan RA berhasil diamankan Anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten, Selasa (8/10/2019), sekira pukul 16.00 WIB.

Dikatakan Diresnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo, perihal penangkapan terhadap terduga tersangka dengan inisial AR dan RA yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

"Keduanya diamankan oleh Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten, saat keduanya berada didalam toko yang berkedok Kosmetik di Kampung Mauk, Desa Tegal Kunir Kidul, Kacamatan Mauk, Kabupaten Tangerang," kata Hernowo, saat ditemui dikantornya.

Hernowo menambahkan, untuk tersangka AR diketahui warga asal Bireun Provinsi Aceh dan RA merupakan warga Kabupaten Tangerang, keduanya diduga menjual obat-obatan terlarang jenis Tramadol HCI dan Heximer.

Untuk barang bukti yang berhasil kami amankan lanjut Hernowo, sebanyak 40 paket yang berisi 12 dengan jumlah 480 butir Heximer, 14 paket yang berisi 5 dengan jumlah 70 butir Heximer, 13 lembar yang berisi 10 dengan jumlah 130 butir Tramadol, 1 lembar yang berisi 8, 3 bungkus plastik klip bening yang didalamnya berisikan lembaran plastik klip bening yang ditemukan didalam kardus dan uang hasil penjualan sebesar Rp 255.000. disimpan didalam botol air mineral yang ditemukan disamping kardus boks.

"Untuk keduanya, akan kita kenakan dengan Pasal 196, 197 dan 198 UU. RI. No. 36 tahun 2009, tentang Kesehatan, dan dapat dipidana 10 tahun denda satu miliar," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya peredaran obat-obatan tersebut. Hendaknya diteliti dulu sebelum membeli dan jauhi penggunaan obat obatan terlarang tersebut. Obat obatan tersebut, selain dapat berakibat buruk hingga kematian, obat jenis Tramadol HCI dan Heximer merupakan salah satu obat keras yang dilarang untuk dikonsumsi.

"Kepada masyarakat, khususnya para remaja agar jagan coba-coba dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan," imbaunya. (Red)

berita terkait

Komentar