Anggota DPRD Kota Cilegon saat menggelar paripurna beberapa waktu lalu. (Foto: TOPmedia)
Anggota DPRD Kota Cilegon saat menggelar paripurna beberapa waktu lalu. (Foto: TOPmedia)

Dibawah Standar, Keterwakilan Perempuan di DPRD Kota Cilegon Hanya 10 Persen

CILEGON, TOPmedia - Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengaku kecewa dengan penurunan keterwakilan perempuan yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon. Dimana dari jumlah kursi 40, anggota dewan perempuan hanya 10 persen.

"Kalau melihat hasil pemilu  tahun 2019 ini keterwakilan perempuan di parlemen periode tahun 2019-2024 mengalami penurunan sebesar 7,5 persen. Dimana, dari keterwakilan di parlemen pada periode tahun 2014-2019 sebesar 17,5 persen, saat ini hanya 10 persen karena dari total 40 kursi hanya 4 anggota yang perempuan," ujar Heni, usai kegiatan evaluasi P2WKSS tingkat provinsi, di Kelurahan Gerem, Rabu (9/10/2019).

Empat anggota perempuan tersebut, lanjut Heni, hanya ada dua partai politik yakni partai demokrasi indonesia perjuangan (PDIP), dan partai keadilan sejahtera (PKS).Oleh karena itu, keterwakilan perempuan di Kota Cilegon belum mampu memenuhi aturan pemerintah yang mengharuskan keterwakilan perempuan di Parlemen atau di DPRD sebesar 30 persen.

"Penurunan keterwakilan itu disebabkan  masih minimnya keterlibatan kaum perempuan di dunia Politik di Kota Cilegon. Karena sampai saat ini masih di Dominasi oleh kaum laki-laiki," kata Heni.

Kendati sudah diwakili oleh kaum laki-laki, lanjut Heni, dengan berkurangnya keterwakilan perempuan tersebut kaum perempuan tetap akan kecewa. Oleh karena itu, kedepan pihaknya akan berupaya agar dapat meningkatkan keterwakilan perempuan di Parlemen. Dengan cara melakukan sosialisasi untuk para calon anggota legislatif yang ingin berkecimpung di dunia politik.

"Sampai saat ini yang menduduki kursi dewan dari kaum perempuan adalah mereka yang mampu dari segi fisik dan ekonomi. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini kita akan melatih para calon legislatif itu, mulai dari pendidikan, mental psikologis dan tentu saja adalah meteri," tuturnya..

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, pemerintah telah membuka kesempatan itu selebar-lebarnya. Baik untuk perempuan maupun laki laki, adapun soal kesempatan itu bisa ditempati atau tidak. Pihaknya sebagai pimpinan tidak dapat memastikan, karena semua itu tergantung upaya dan hasil yang dilakukanya.

 "Soal kesempatan itu sudah dibuka. Bukan hanya di daerah saja, namun juga kesempatan itu telah dibuka di Provinsi dan di Pusat. Dan untuk hasilnya  tergantung bagaimana upaya perempuan itu sendiri. Seperti yang terjadi di Birokrat di Kota Cilegon yang saat ini sudah bertambah yang menjadi kepala-kepala Dinas di Pemkot Cilegon," tuturnya. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar