Ilustrasi.
Ilustrasi.

Di PHK Sepihak, 6 Karyawan PT KT&G Datangi Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang

SERANG, TOPmedia -  6 Karyawan yang bekerja di Management PT. Korea Tomorrow dan Global (KT&G) yang berada di Jl. Gunung Pinang, Kramawatu, Kabupaten Serang, dipaksa resign dengan alasan tak jelas.

Salah satu karyawan PT KT&G, Umar mengakui, penyebab Perusahaan PMA tersebut memaksa dia bersama 5 karyawan lainya untuk berhenti bekerja, dengan alasan tidak jelas.

"Saya engga tau, pokoknya diawal bulan Januari udah engga bisa absen," kata Umar, saat ditemui, di Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang, Kamis (27/2/2020).

Umar juga mengatakan, memang ada masalah diakhir tahun mengenai perselisihan barang yang disetorkan. Namun, semua masalah yang menjadi konflik dasar tersebut sudah terselesaikan.

"Bulan Desember kemarin 2019 ada masalah selisih barang yang tidak disetorkan, tapi udah kami tutup semua dengan uang pribadi. Bahkan ada yang jual rumah, ada yang hutang, tapi kenapa masih dipecat," ujar Umar dengan kecewa.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Setiawan menjelaskan, terkait hasil mediasi karyawan PT. KT&G pada hari Kamis kemarin, 20 Febuari 2020, bidang hubungan industrial (HI) belum ada laporan ke Kepala Dinas.

"Bagaimana mau menanggapi, hasil mediasinya belum lapor ke saya. Mediasi itu adanya dibidang HI, dengan petugas mediator. Setelah mediasi ada anjuran tanda tangan saya, tapi sampai saat ini belum ada laporan," kata Setiawan saat dikunjungi diruang kerjanya.

Setiawan juga mengimbau, untuk para karyawan yang memiliki perselisihan antara perusahaan untuk melapor ke dinas, agar ada tindaklanjut yang lebih baik antara kedua belah pihak yang bersangkutan.

"Ketika perselisihannya disampaikan ke dinas, kami panggil untuk mediasi. Sepanjang belum selesai mediasi, dinas sifatnya menganjurkan perusahaan. Dalam mengambil kebijakan, dan ditindak lanjuti ke tingkat pengadilan," jelas Setiawan.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnakertrans Iwan menambahkan, dalam perselihan Perusahaan KT&G dan 6 orang mantan karyawan, masih dalam tahap mediasi.

"Masih kami tangani, cuma belum final. Proses sedang berjalan, dan permintaan mantan karyawan sesuai ketentuan ketenagakerjaan tentang PHK, lagi dipelajari. Hanya saja, kami panggil kedua pihak ke Disnakers. Tapi pengusaha nya tidak datang, terus panggilan kedua pada minggu depan, masih kami klarifikasi dari keduanya," tutup Iwan seraya mengakhiri pembicaraan.

Diketahui, para karyawan di berlakukan PHK sepihak. Menutut,  Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurut perhitungan sesuai PKB, pesangon yang harus dibayar oleh PT. KT&G yaitu, Umar  Rp 31.856.759, Husen Rp 31.856.759, Fahmi Rp 22.582.000, Abu Fahmi Rp 22.582.000, Asep Muhadi Rp 11.781.600, dan Aan Rp 11.481.600.

Hal itupun, telah sesuai dengan peraturan pegawai tetap. Dengan pemberian pesangon sebesar Rp 13.500.000, dan kontrak Rp 7.800.000. (Feby/Red)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium