Kondisi kerusakan akibat banjir bandang di Anyar, Kabupaten Serang.*
Kondisi kerusakan akibat banjir bandang di Anyar, Kabupaten Serang.*

Dampak Banjir, Puluhan Siswa Madrasah kini Belajar di Kebun

ANYER, TOPmedia - Longsor yang menyebabkan banjir bandang pada 25 Juli 2016 lalu berdampak besar bagi warga disekitar Anyer. Bahkan kini puluhan pelajar  MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Al-Khairiyah yang berlokasi di Kampung Cidohok, Desa Grogol Indah, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, terpaksa belajar dihalaman kebun sekolah.

Gedung Madrasah tersebut roboh saat terjadi longsor dan banjir pandang pada 25 Juli lalu di daerah Anyer. Bangunan yang dibangun lima tahun lalu itu, kini hanya menyisakan satu ruang kelas. Bangunan gedung lainnya beserta isi di dalamnya hanyut terbawa banjir.

Kondisinya kian memprihatinkan, meskipun banjir sudah terjadi 2 pekan lalu, hingga kini tidak ada perhatian dari pihak manapun, terutama Pemerintah Daerah setempat.

Pengurus MDTA Al-Khairiyah Cidohok, Juli Efendi, mengatakan, meluapnya air sungai hingga menyebabkan banjir setinggi 2 meter, telah menjebol dinding-dinding bangunan madrasah tersebut yang lokasi bangunannya memang berada disisi sungai.

“Seluruh dokumen sekolah, buku-buku, kitab, dan Alquran hanyut semua. Hampir tidak menyisakan apapun,” kata Juli, Minggu (14/08/2016).

Dijelaskan Juli, di madrasah tersebut ada sekitar 60 orang santri yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar. Bahkan di tahun ini juga turut dibuka untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah.

“Madrasah ini gratis untuk warga kampung sekitar. Karena didirikannya  Madrasah ini karena tidak ada sekolah yang dekat dengan perkampungan. Akhirnya atas permintaan warga, madrasah ini didirikan,” kata Juli.

Hingga saat ini, bangunan madrasah belum ada perbaikan dikarenakan keterbatasan biaya. Meskipun kondisi bangunan sangat memprihatinkan, proses belajar mengajar tetap dilakukan.“Karena tidak ada ruang kelas lagi, terpaksa santri belajar dilakukan di kebun sekitar,” jelas Juli. (Red)

berita terkait

Komentar