Claudio Bravo. (Foto: Net)
Claudio Bravo. (Foto: Net)

Claudio Bravo Tinggalkan Barcelona, Penyebabnya Gaji dan Ter Stegen

TOPmedia - Claudio Bravo sudah mendarat di Manchester dan tinggal menunggu waktu untuk diumumkan sebagai pemain Manchester City. Cukup tidak biasa, seorang kiper yang mendapatkan tempat utama di Barcelona, di usia yang matang, memilih untuk pergi dari Camp Nou. Namun alasan Bravo meninggalkan Barca sebenarnya cukup jelas. Ia terkendala pada masalah gaji dan sosok Marc Andre Ter Stegen, kiper kedua klub Catalan.

Hanya dua tahun sejak bergabung dari Real Sociedad, Claudio Bravo pergi dari Barcelona. Ia memilih bergabung dengan Pep Guardiola, mantan pelatih Barca yang mengaku butuh seorang kiper yang pandai memainkan bola. Bravo meninggalkan klub Catalan setelah menyumbangkan dua gelar Liga Spanyol dan satu Piala Super Spanyol. Faktor gaji dua kali lipat yang didapatkannya di Manchester City hanyalah salah satu faktor.

Awalnya, Bravo berharap Barcelona akan memberinya perpanjangan kontrak selama dua tahun. Dengan demikian, ia bisa bertahan di Barca hingga usia 35 tahun. Namun, manajemen Barca tidak mau memenuhi keinginan sang kiper. Mereka hanya bisa menawarkan kontrak baru selama setahun. Ditambah, kenaikan gaji yang cukup minimal, jauh dari harapan Bravo.

Hal ini ditambah tawaran maut dari Manchester City. Klub tersebut menjanjikan Bravo bisa bertarung meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Janji yang bukan omong kosong karena saat ini City dilatih Pep Guardiola. Hal ini ditambah fakta bahwa City bakal menggaji Bravo dua kali lipat dari gaji yang didapatkannya di Barcelona. Mempertimbangkan usia, Bravo tergoda dengan hal ini.

Tapi ada yang lebih penting, persaingan di Barcelona. Bravo menilai Barca memperlakukan dirinya berbeda dengan Marc Andre Ter Stegen. Sang kiper Jerman yang lebih muda beberapa kali mengancam akan meninggalkan klub jika tidak mendapatkan tempat utama.

Tindakan Ter Stegen ini dianggap Bravo kelewatan. Ia juga sadar, dengan usia sang pesaing, hanya butuh waktu sesaat untuk menggeser Bravo dari posisi utama. Oleh karenanya, daripada bertahan di sebuah klub yang lambat laun menyingkirkannya, Bravo lebih suka mencari tantangan baru.

 

 


Sumber: www.sidomi.com

berita terkait

Komentar