Foto ilustrasi.*
Foto ilustrasi.*

BPOM Temukan Produksi Tahu Mengandung Kimia di Serang

SERANG, TOPmedia - Penyidik Laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, kembali menemukan dan menangkap industri rumahan yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran peroxide atau kaporit.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zainudin menjelaskan, bahwa industri rumahan yang memproduksi tahu campuran peroxide atau kaporit tersebut ditemukan di Kampung Julang, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

"Pemilik industri rumah tangga yang memproduksi tahu berkaporit itu berinisial W, warga Cikande. Kita langsung amankan di Polda Banten untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Zainudin, Jumat (26/8/2016).

Zainudin melanjutkan, dari hasil kegiatan tersebut petugas Polda Banten berhasil mengamankan barang bukti berupa tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah digoreng serta cairan peroxide yang disinyalir digunakan untuk bahan campuran tahu tersebut.

"Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Laboratorium BPOM Kabupaten Serang," ungkapnya.

Diketahui Kaporit atau Kalsium hipoklorit adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia Ca(ClO)2. Kaporit biasanya digunakan sebagai zat disinfektan air.

Senyawa ini relatif stabil dan memiliki klorin bebas yang lebih banyak daripada natrium hipoklorit (cairan pemutih). Bahaya mengkonsumsi peroxide atau kaporit adalah dapat menyebabkan luka bakar, muntah, luka lambung, kerusakan fungsi hati dan ginjal, bahkan kerontokan rambut. (Gilang/red)

berita terkait

Komentar