Ratusan Warga Banten saat menunjukan kepemilikan sertifikat yang dibagikan pihak BPN/ATR Banten. (foto:TOPmedia)
Ratusan Warga Banten saat menunjukan kepemilikan sertifikat yang dibagikan pihak BPN/ATR Banten. (foto:TOPmedia)

BPN: Dari 1,2 Juta Bidang Tanah di Banten Belum Miliki Sertifikat, Tahun 2020 Target 358 Bidang Tanah

SERANG,TOPmedia – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Kamis pagi (16/01/2020) menghadiri acara BPN Banten meyapa di Aula Gedung Aspirasi, DPRD Provinsi Banten. Dalam sambutanya Sofyan mengaku optimistis program sertifikat tanah akan selesai di 2025 mendatang.

“Tahun 2023 seluruh bidang tanah di Banten kita targetkan sudah bersertifikat, karena kami mempunyai target 2025 harus selesai secara nasional, untuk menghindari sengketa dan konflik,” kata Sofyan dihadapa ribuan masyarakat Banten penerima sertifikat.

Lanjut Sofyan Djalil, jika tanah sudah mempunya sertifikat yang resmi, maka harga tanah bisa lebih mahal dari harga sebelumnya. Dengan demikian, tanah tersebut harus dirawat dengan baik, agar terhindar dari mafia-mafia tanah yang akan mengklaim tanah milik masyarakat.

Sofyan Djalil juga mengakui, masih ada masyarakat yang kurang memahami dengan baik soal tujuan sertifikat tanah. Sehingga masyarakat tidak mempunyai semangat untuk mensertifikatkan tanahnya.

“Tapi setelah disertifikatkan mereka senang sekali. Karena mereka tahu akan punya nilai yang baik. Seluruh Indonesia paling sedikit diperkirakan ada 126 juta bidang tanah yang ditargetkan selesai di 2025,” imbuhnya.

“Jika tanah mulai mahal akan ada yang mengklaim. Kadang juga ada mafia tanah yang mengklaim tanah bapak ibu. Sertifikat ini tidak menjamin menghindari dari sengketa tanah, harus diurus, kalau tidak diurus orang lain akan urus, lama kelamaan akan di klaim tanah itu miliknya,” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk Banten, pada 2020 ada sekitar 358 bidang tanah yang akan disertifikatkan, dari jumlah mencapai 1,2 juta bidang tanah yang belum bersertifikat.

“Karena banyak sekali orang tanahnya kecil-kecil. Kalau di luar Jawa orangnya sedikit, tapi tanahnya luas. Bahkan di Jakarta kemarin, kita menyerahkan luas tanah 9 meter persegi,” tambahnya.

Di tempat sama, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kantor Wilayah (BPN Kanwil) Banten, Andi Tenri Abeng, menargetkan 358 bidang tanah mendapatkan sertifikat di tahun 2020. Saat ini, pihaknya sudah memberikan 2,900 sertifikat tanah kepada masyarakat.

“Kita mulai mau menyapa masyarakat, supaya sukses PTSL tahun 2020-2023 bisa kita capai 2.900. Tahun ini 358 ribu bidang,” ujarnya. (TM-1/Red)

berita terkait

Komentar