Ilustrasi eksekusi tembak mati. (Foto: Net)
Ilustrasi eksekusi tembak mati. (Foto: Net)

BNN: Hukuman Mati Terhadap Bandar Narkoba, Itu Tepat!

JAKARTA, TOPmedia - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi proses eksekusi mati terhadap empat gembong narkoba di lapangan Limus Buntu, Nusakambangan, Cilacap, Jumat (29/7) dini hari tadi. Menurutnya, proses eksekusi itu harus diterima dan dihormati semua pihak.

“Jika pemerintah tak segera ambil sikap, maka kerusakan moral dan kematian generasi penerus bangsa akibat narkoba tak dapat dielakkan lagi,” kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi ketika dikonfimasi di Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Slamet mengatakan, narkoba termasuk dalam katagori kejahatan luar biasa. Penanganan dan hukuman yang diberikan kepada para pelaku juga harus luar biasa. Dengan begitu, pelaku akan berpikir dua kali untuk mengedarkan narkoba di Indonesia.

“Hukum sebagai alat perubahan sosial sangat dituntut untuk mampu memberikan peran dalam menciptakan efek jera,” kata Slamet.

“Melihat dampak buruk kejahatan narkoba bagi generasi muda dan bangsa ini, maka hukuman tegas, keras, dan tidak pandang bulu, seperti hukuman mati, layak dijatuhkan kepada terpidana narkoba, terutama produsen, bandar, dan pengedar narkoba,” tambahnya.

Seperti diketahui, Freddy Budiman salah satu dari 14 terpidana mati, telah dieksekusi mati sekira pukul 00.45 WIB di lapangan tembak Limus Buntu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7) dini hari.

Selain Freddy, tiga nama lainnya yang telah dieksekusi mati yakni Michael Titus, warga Nigeria; Humprey Ejike warga Nigeria serta Cajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane, warga Afrika Selatan juga sudah dieksekusi. (Landy/Red)

berita terkait

Komentar