Bukti perjanjian kontrak dengan PT Maxon Prime Technology
Bukti perjanjian kontrak dengan PT Maxon Prime Technology

Berlanjut Ke Ranah Hukum, PT Maxon Prime Technology Digugat

SERANG, TOPmedia - Terkait permasalahan pekerjaan pipa di daerah Cikande Modern, Kabupaten Serang, antara pemborong Aryadi dan Amin dengan PT Maxon Prime Technology berlanjut ke ranah hukum.

Hal itupun, Dikatakan Aryadi dan Amin, dirinya melalui kuasa hukum, Cecep Syaifudin, dalam waktu dekat akan segera membawa persoalan ke jalur hukum.

Dijelaskan Aryadi, dirinya bersama Amin akan menggugat PT Maxon Prime Technology ke pengadilan. Dikarenakan seperti ramai diberitakan di beberapa media, permasalahan dengan PT. Maxon Prime Technology berawal dari pengerjaan proyek konstruksi piping hingga kini belum terselesaikan.

Padahal saat itu, Aryadi dijanjikan oleh Joanda dan Teh Yee Keong pekerjaan pengelasan dan instalasi pipa sekitar 6000 inch (Inch) yang harus sudah dibayarkan, karena telah diselesaikan dalam jangka waktu 30 hari dengan nilai kontrak Rp. 535 000.000.

"Kenyataanya, Joanda dan Teh Yee Keong sendiri, yang merupakan Direktur dan Project Manager PT. Maxon Prime Technology yang dalam hal ini bertindak sebagai Subkon PT. Mowilex Indonesia terkesan mengabaikan, dan mencoba melakukan tindakan penipuan. Makanya akan saya lakukan gugatan," kata Aryadi melalui sambungan Telephone, Jum'at(15/10/2021).

Atas kejadian yang menimpanya tersebut, Aryadi mengakui, telah beberapa kali berupaya mencari solusi dengan jalan perundingan, dan pernah ditempuh oleh dirinya dengan PT Maxon. Namun, kata dia, tidak membuahkan hasil.

"Makanya, atas dasar itu, kami melalui lawyer akan segera mengambil langkah hukum," tegas Aryadi seraya mengakhiri wawancara.

Diketahui, peralatan kerja milik Aryadi dan Amin hingga kini masih ditahan oleh pihak PT Maxon Prime Technology dengan alasan pekerjaan belum selesai.(Feby/Red)

berita terkait

Komentar