Jalan di Cilangkap Ciawi, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, belum sebulan diperbaiki lagi-lagi retak dan amblas. (Foto: TOPmedia)
Jalan di Cilangkap Ciawi, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, belum sebulan diperbaiki lagi-lagi retak dan amblas. (Foto: TOPmedia)

Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Nasional di Lebak Sudah Rusak Lagi

LEBAK, TOPmedia - Jalan Nasional tepatnya di Cilangkap Ciawi, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dikecam dan dikeluhkan oleh masyarakat Ciawi, Rangkasbitung, lantaran belum sebulan lamanya perbaikan jalan tersebut lagi-lagi retak dan amblas.

Baca Juga

Dikatakan Yudi warga Ciawi, perbaikan jalan tersebut dinilai tim teknis konsultan jalan Nasional belum profisional, mengkaji teknis perbaikan jalan di wilayah tersebut pasalnya tidak maksimal. Diperkirakan belum genap satu bulan diperbaiki sudah retak dan amlas lagi,

“Pantauan saya di lapangan, kondisi jalan Nasional Cilangkap Ciawi itu sudah sering dilakukan perbaikan namun hasilnya tetap saja nihil lantaran belum juga satu bulan sudah retak dan amlas lagi,” ujarnya kepada TOPmedia, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, perbaikan jalan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan serta ditambah dengan tim teksnisnya yang tidak profisional.

“Pendapat saya, seharusnya turap jalan di sekitar yang labil diutamakan klasifikasinya agar lebih maksimal, selanjutnya pengaspalan badan jalan. Seperti itu cara pengerjaan  jalan yang dinilai cukup baik menurut saya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Deni warga Cilangkap, menurutnya kondisi jalan Cilangkap ini sudah sering diperbaiki namun kekutannya tidak menjamin. “Paling lama satu bulan sudah retak, sehingga jalanpun berubah sedikit amblas kembali,” tutur Deni.

Deni juga berharap kepada pemerintah, agar perbaikan jalan tersebut waktunya tidak hanya sesaat supaya tidak dikerjakan dengan asal-asalan dan kedepannya perbaikan jalan lebih berkualitas.

“Ga usah buru-buru pengen beres kerjaan nya tapi hasilnya ga maksimal, akhirnya jalan baru diperbaiki tapi sudah rusak lagi,” tandasnya. (Uwa Endin/Red)

 

berita terkait

Komentar