Bea Cukai Banten saat menggelar ekspose barang bukti hasil penyeludupan di kantor Bea dan Cukai Merak. (Foto: TOPmedia)
Bea Cukai Banten saat menggelar ekspose barang bukti hasil penyeludupan di kantor Bea dan Cukai Merak. (Foto: TOPmedia)

Bea Cukai Merak Gagalkan Barang Selundupan Senilai Rp20 Miliar

CILEGON, TOPmedia - Bea Cukai Madya Merak, Banten, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan unit motor gede, ratusan unit laptop, produk tekstil, 6.800 botol minuman alkohol dan sejumlah barang lainnya, yang dikemas dalam tiga kontainer milik importir PT. DIM yang masuk ke pelabuhan Indah Kiat, Merak, Banten.

Tiga kontainer ini terpaksa disita petugas Bea Cukai Merak lantaran dari hasil penindakan yang dilakukan bersama Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten yang memeriksa dokumen dan menemukan kejanggalan. Dimana dokumen impor milik PT.DIM tidak sesuai dengan fisik barang yang didatangkan. Akibatnya negara dirugikan dari potensi pajak sebesar Rp8,5 Miliar dan jika dinilai total harga tiga kontener sebesar Rp20 miliar.

Dikatakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Banten, Hary budi Wicaksono, barang-barang selundupan ini mayoritas merupakan barang bekas yang sengaja didatangkan importir dari Singapura dan Cina.

"Ini isinya ada delapan unit rakitan motor gede tapi bekas yah. Ada juga 580 laptop dan 6.800 botol miras. Banyaklah. Ini kita amankan karena memang dokumen impornya tidak sesuai dengan fisik," jelas Hary, Jumat (11/11/2016).

Menurut Hary, penindakan terhadap barang selundupan ini merupakan salah satu instruksi dari menteri keuangan, mengingat barang-barang yang diselundupkan masuk kategori sebagai barang yang dibatasi.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya barang ilegal, pihaknya kini juga telah meminta jajarannya agar memperketat penjagaan area pelabuhan khusus yang berpotensi besar menjadi pintu masuk penyelundupan.

"Selain patroli perairan, kita juga perketat area pelabuhan khusus agar tidak ada penyelundupan di wilayah Banten. Kita juga meminta bantuan masyarakat tentunya agar bisa membantu memberikan informasi," kata Listyo. (SH/Red)

berita terkait

Komentar