DRD Provinsi Banten saat menggelar rapat komtek. (Foto: TOPmedia)
DRD Provinsi Banten saat menggelar rapat komtek. (Foto: TOPmedia)

Banten Lama Masih Semrawut, DRD: Kita Akan Kawal Penataannya

SERANG, TOPmedia - Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten, menggelar rapat komtek bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan, di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Banten. Kamis (25/8/2016),

Diungkapkan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten, Prof. DR HMA Tihami, diadakannya rapat komtek tersebut bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi terkait langkah penataan situs bersejarah Banten Lama.

“Rapat kali ini kita membahas terkait Banten Lama. Banyak hal yang harus segera ditata, kita akan mulai dari penjual kaki lima yang makin semerawut di sana, supaya Banten Lama bisa lestari, karena Banten Lama merupakan aset negara yang mempunyai sejarah tinggi,” ujarnya.

Ditambahkan Tihami, berdasarkan kajian pada kegiatan tersebut dihasilkan rekomendasi bahwa untuk menata Banten Lama harus dibentuk badan pengelola yang  terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Masyarakat, 

"Hasi dari kajian ini nanti kita akan serahkan rekomendasinya kepada yang berwenang dan tentunya akan kita kawal kedepannya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yoesoef Boedi Ariyanto yang turut hadir dalam acara mengatakan, jika dikembangkan dengan benar, wisata Banten Lama mempunyai potensi yang sangat besar.

“Jika dikembangkan, wisata Banten Lama ini saya yakin tidak kalah bagus dengan wisata-wisata  sejarah lainnya, sepereti Borobudur. Kekalahan Banten Lama dengan Borobudur menurut saya cuma masalah belum ditata aja,” katanya

Ia juga menegaskan, bahwa wisata bersejarah seperti Banten Lama di Indonesia tidak banyak, hanya dibeberapa kota saja. Beda Hal nya dengan wisata Pantai yang hampir ada di setiap daerah di Indonesia.

“Kalo Wisata Pantai itu kan banyak, tidak seperti wisata Banten Lama yang hanya ada beberapa. Makanya, kalo ditata dengan baik  bisa menjadi pusat wisata di Provinsi Banten, " ungkapnya. (Gilang/Red)

berita terkait

Komentar