Ilustrasi
Ilustrasi

Balita Diduga Korban Kekerasan Seksual di Kota Serang Jalani Visum

SERANG, TOPmedia – Dugaan kekerasan seksual di Kota Serang terhadap seorang anak yang masih balita Putri (Bukan nama sebenarnya) usia 3 tahun yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) usia 13 tahun sebut saja Putra (Bukan nama sebenarnya) dilakukan visum.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Ratu Anita Taurina mengatakan visum terhadap Putri sudah dilakukan pada Rabu (6/1/2021) kemarin.

"Kemarin sudah beres. Jadi visum itu dari hari Senin ga jadi anaknya ngamuk, dimundurin lagi hari Selasa itu mulai rawat inap. Hari Rabu mulai divisum kurang lebih duhur selesai pukul 2 sudah pulang diantarkan ke rumah oleh kita pakai mobil perlindungan," katanya kepada Topmedia melalui sambungan telepon, Kamis (7/1/2021).

Selain itu, sambung Anita, pada sore harinya Putri juga disambangi oleh Ketua P2TP2A, Ade Jumaiyah sebagai bentuk perhatian kepada keluarganya.

"Sorenya ibu wali kunjungan bentuk perhatian bu wali itu ketua P2TP2A berperan," imbuhnya.

Terkait hasil visum yang dilakukan terhadap Putri, dikatakan Anita, belum bisa diketahui, sebab hasilnya nanti yang akan mengabil adalah pihak kepolisian. Visum sendiri dilakukan di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP).

"Kalau hasil visum kita belum bisa memastikan, soalnya kami juga selama ini kalau visum tidak pernah diberi tahu hasilnya seperti apa, biasanya kami koordinasi dengan pihak kepolisian apakah itu terindikasi ada robekan tidak. Nanti pihak kepolisian mengambil hasil visumnya," terangnya.

"Divisumnya di RSDP atas perintah surat dari kepolisian, jadi kami mendampingi visum dan membiayai visum itu. Jadi kalau ngga ada dikepolisian kita juga ngga bisa visum itu," sambung Anita.

Pihaknya juga memastikan akan mengawal kasus tersebut sampai dengan selesai. Untuk selanjutnya Anita mengunggu konfirmasi dari pihak kepolisian.

"Pengawal kita sampai beres. Kami menunggu proses konfirmasi dari pihak kepolisian nanti kan ini pelakunya belum tertangkap jadi kayanya panjang prosesnya, lama," ujarnya.

"Tahapan selanjutnya menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian, apa yang harus kami lakukan. Iyah nanti pihak kepolisian yang mengambil (hasil visum) nanti pihak kepolisian yang tahu hasil visumnya, nanti kita mah koordinasi dengan kepolisian hasilnya itu," papar Anita.

Pihaknya juga berharap, apabila terbukti dugaan kasus kekerasan seksual itu, pelaku untuk dihukum sesuai dengan perbuatannya.

"Harapannya pelaku dihukum seberat-beratnya, walaupun dibawah umur diberikan hukuman yang sesuai. Dibawah umur kita juga harus melindungi pelaku juga, harus mendapat perlakukan yang sesuai dengan usia karena anak-anak," tandasnya.(Adi/Red)

berita terkait

Komentar