Ilustarsi. (Foto: Net)
Ilustarsi. (Foto: Net)

Awas! Sering Simpan Struk Belanjaan di Dompet Bisa Picu Kanker

TOPmedia - Pernahkah Anda menyimpan struk belanja di dompet? Nyatanya, mengoleksi struk belanja itu tidak baik bagi kesehatan tubuh. Apa saja bahayanya? Mengapa struk belanjaan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dompet?

Tidak banyak yang tahu jika struk belanja mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh. Zat tersebut adalah BPA atau Bisphenol A.

BPA merupakan senyawa kimia yang biasa digunakan untuk mengeraskan plastik. Bahan kimia ini biasa Anda temukan pada plastik wadah makanan, botol plastik, hingga struk kertas belanja.

Pada penelitian yang melibatkan hewan percobaan, BPA ternyata bisa mengganggu fungsi hormon endokrin. Hal tersebut dikarenakan kandungan yang ada pada BPA berefek sama dengan hormon estrogen yang bisa menyebabkan perubahan kelenjar prostat dan jaringan payudara.

Walaupun efek buruk BPA baru terbukti pada hewan, para peneliti menganjurkan sebaiknya tetap menghindari hal-hal yang mengandung BPA.

Seperti yang dilansir dari Plastic Pollution Coalition, BPA yang ada di kertas struk bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria dan wanita. Hal tersebut dapat terjadi akibat menyerapnya senyawa kimia yang menyerupai estrogen tersebut ke kulit Anda.

Jika Anda sering menyimpan kertas struk belanja di dompet maupun kantong celana, bukan tidak mungkin penyakit seperti kanker payudara, kanker prostat, diabetes atau bahkan obesitas mengintai Anda.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari tiga negara, yakni Brasil, Spanyol, dan Perancis. Ternyata, walaupun dalam dosis yang sangat sedikit, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa BPA yang ada di struk belanja bisa memicu kanker.

Usut punya usut, ternyata BPA yang ada di struk belanja Anda tidak terikat secara kimiawi. Oleh karena itu, sangat mudah bagi Anda untuk terpapar racun dari struk belanja. Mulai dari menyentuhnya langsung, terpapar melalui uang yang ada di dompet dengan struk belanja Anda, hingga belanjaan Anda.

BPA yang diproses di hati membentuk bisphenol A glucoronide dan sebagian besar dikeluarkan dengan urin. Struktur fenolik BPA telah terbukti dapat berinteraksi dengan estrogen dan bisa berdampak buruk kepada hormon yang dimiliki oleh wanita tersebut.

Oleh karena itu, zat ini membantu memicu gangguan pada endokrin, termasuk membuat pria dan wanita tidak subur.

Beberapa studi telah mengungkapkan bahwa orang yang sering menyentuh struk belanja, seperti kasir, ternyata mendapatkan konsentrasi BPA yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Hal tersebut ditemukan dalam perbandingan urin mereka ketika meneliti masalah ini.

Selain itu, paparan BPA juga berpengaruh terhadap frekuensi dan kebersihan tangan seseorang. Pada tangan kasir yang bekerja lebih dari sepuluh jam ditemukan 71 mg BPA. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pada tangan orang-orang biasa yang hanya terpapar 7.1 – 42.6 mg per hari.

Seperti yang dilansir oleh Web MD, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa penggunaan dosis rendah BPA ternyata mempengaruhi kesehatan biologis hewan percobaan.

Walaupun dikatakan dapat digunakan dalam dosis yang aman, menggunakan BPA dalam dosis rendah masih bisa memicu kanker payudara dan penyakit lainnya. Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun dengan memberikan BPA dan hormon estrogen kepada 4.000 tikus percobaan.

 

Sumber: Okezone.com

berita terkait

Komentar