Polres Pandeglang berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu dan penyalahgunaan obat jenis hexymer . (foto:TOPmedia)
Polres Pandeglang berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu dan penyalahgunaan obat jenis hexymer . (foto:TOPmedia)

ASN Dinas Pertanian Pemprov Banten Jadi Tersangka Narkoba di Pandeglang

PANDEGLANG,TOPmedia - Polres Pandeglang berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu dan penyalahgunaan obat jenis hexymer  di lokasi dan waktu berbeda. Dari hasil pengungkapan itu, polisi mengamankan tujuh tersangka pesta sabu di Kampung Ciherang, Kecamatan Pandeglang, dan dua pelaku dugaan penyalahgunaan hexymer di Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung.

Satu dari tujuh tersangka kasus narkoba berprofesi sebagai PNS di Dinas Pertanian Banten berinisial FF (33). Sedangkan enam tersangka lainnya berprofesi wiraswasta dan mahasiswa, yakni JS (27), IS (34) dan RG (27) yang merupakan warga Kecamatan Majasari, Pandeglang.

Selanjutnya,  SD (41) warga Kecamatan Pandeglang, MIF (22) warga Kecamatan Banjarsari, Serang dan Rm (22) warga  Cipocok Jaya, Kota Serang.
                
Selanjutnya untuk tersangka dugaan penyalahgunaan obat hexymer adalah MISR (24) warga Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, dan MAN (19) warga Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan didampingi jajaran saat gelar perkara di Mapolres setempat, Senin (16/10/2017) menerangkan, pengungkapan kasus ini berdasar pengembangan penyelidikan yang dilakukan Res Sat Narkoba. Para tersangka kasus sabu diamankan 10 Oktober lalu di Kampung Ciherang, Kecamatan Pandeglang.  

Selanjutnya, dari hasil penangkapan pertama, anggotanya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka lainnya di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

“Awalnya anggota mengamankan empat tersangka (kasus sabu, red) di Kampung Ciherang dan berdasarkan pengembangan, anggota kembali mengamankan tiga tersangka di rumah kontrakan di Cipocok, Kota Serang,” ungkap AKBP Ary kepada sejumlah awak media.

Ia menjelaskan, dalam kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sabu sebesar 0,8 gram, satu buah bong dan empat ponsel. Akibat perbuatannya, ketujuh tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun.

Selanjutnya untuk kasus pil hexymer, sambung Ary, menurut keterangan kedua tersangka, pil tersebut akan diedarkan ke pelajar di wilayah Pandeglang. Para pelaku mengenam pil hexymer per delapan butir dengan harga Rp 10.000.

“Pil hexymer diperoleh tersangka di Serang dan informasinya akan dijual ke anak-anak sekolah di Pandeglang. Kedua tersangka diancam 15 tahun penjara atau dengan Rp 1,5 miliar sebagaimana Undang-Undang Nomor: 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” kata Kapolres.

Tersangka kasus sabu, RG mengaku,  sudah mengkonsumsi sabu sejak 2014 lalu dan sempat berhenti, namun kembali diajak oleh temannya JS. “Saya make (sabu, red) sejak tahun 2014 dan sempat berhenti, tapi saja diajak sama Sodik. Makenya di Ciherang bareng-bareng,” singkat RG.(Pri/Red)

berita terkait

Komentar