Walikota Serang, Syafrudin.
Walikota Serang, Syafrudin.

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kota Serang Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

SERANG, TOPmedia - Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Serang menurun hingga dua kali lipat. Jumlah tersebut berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang. Sebelumnya, pada 2019 mencapai 28 kasus kematian pada ibu, dan kini turun menjadi 14 kasus. Sementara, untuk kasus kematian pada bayi sebanyak 21 kasus dan kini menjadi 12 kasus.

Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan sejak 2019, AKI dan AKB di Kota Serang mengalami penurunan hingga dua kali lipat. Sebelumnya pada tahun 2019 ada kasus kematian ibu sebanyak 28 kasus, dan tahun ini turun menjadi 14 kasus. Sementara, untuk angka kematian bayi, dari 21 kasus, kini menjadi sekitar 12 kasus.

"Jadi tahun 2020 ini, AKI dan AKB sudah ada penurunan hingga dua kali lipat. Tentunya kami berharap penurunan ini dapat bertahan di angka tersebut, atau bahkan lebih menurun lagi. Penurunan ini juga bertahap, dari pertengahan tahun hingga di awal tahun ini, jadi tidak sekaligus turun dua kali lipat," ucapnya, Kamis (27/2/2020).

Penurunan AKI dan AKB, kata dia, bukan hanya tugas Dinkes saja, tetapi semua unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun turut andil dalam hal tersebut. Seperti Kementrian Agama (Kemenag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB).

"Sebab, dalam percepatan penurunannya harus melibatkan semua pihak. Karena mereka memiliki peranan juga dalam kasus AKI dan AKB ini. Seperti Kemenag yang berperan untuk memberikan pemahaman keagamaan terkait pergaulan bebas, kemudian Disnaker terkait tenaga kerja, dan Disperdag pemberdayaan ekonomi. Jadi semua bertanggungjawab," ujarnya.

Pihaknya juga menargetkan penurunan yang signifikan terkait kasus kesehatan, seperti stunting, gizi buruk, AKI dan AKB pada 2021. "Jadi 2021 nanti kami akan prioritaskan dulu untuk menurunkan angka stunting, gizi buruk, serta kematian ibu dan bayi. Kami akan fokuskan itu dulu, yang penting bisa diturunkan dulu angkanya. Kemudian baru pengendalian penyakit menular dan tidak menular," katanya.

Sementara, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyesuaikan program dari Pemerintah Pusat. Seperti permasalahan AKI dan AKB, stunting, gizi buruk dan pengentasan kemiskinan. "Jadi, yang menjadi permasalahan di Kota Serang ini  sesuai dengan program pusat. Antara lain stunting dan gizi buruk, kemudian juga kemiskinan. Ini akan menjadi program prioritas dari Pemkot Serang melalui Dinkes," tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Dinkes melakukan penyusunan rencana kerja dan program kerja, baik dari OPD maupun Puskesmas yang ada di Kota Serang. "Sehingga dengan penyusunan ini Dinkes atau pun Puskesmas, serta OPD terkait dapat mengerjakan program dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Serang, khususnya pelayanan kesehatan," katanya. (TM1/Red)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium