Kapolres Lebak, AKBP M Tora. (Dok: TitikNol)
Kapolres Lebak, AKBP M Tora. (Dok: TitikNol)

Anggotanya Usir Wartawan saat Liputan, Kapolres Lebak Minta Maaf

LEBAK, TOPmedia - Insiden kekerasan dan penghinaan terhadap profesi wartawan, saat melakukan peliputan keberangkatan jamaah Haji yang dilakukan oknum polisi dari Satuan Sabhara Polres Lebak, terus mendapat kecaman dari wartawan di Banten.

Menanggapi reaksi insan jurnalis di Banten, Kapolres Lebak, AKBP M Tora selaku pimpinan tertinggi di jajaran kepolisian setempat langsung melakukan kunjungan dan menemui puluhan wartawan di gedung KPRI Rangkasbitung.

M Tora dalam pertemuan tersebut didampingi anggota Propam dari Mapolda Banten, Kasat Sabhara dan Kasat Intelkam Mapolres Lebak.

Dalam pertemuan itu, Kapolres mengikutsertakan tiga oknum anggota polisi yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan menghina wartawan.

Secara pribadi dan institusi, Kapolres Lebak meminta maaf atas kejadian yang terjadi di pendopo bupati. Kejadian tersebut, lanjut M Tora, hanya mis komunikasi dan tidak diinginkan semua pihak.

Kata M Tora, anggota yang melakukan pelanggaran disiplin telah dimintai keterangan oleh pihak Propam.

"Saya sebagai pimpinan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan anak buah saya, saya sudah memberikan arahan kepada anggota saya ini untuk meminta maaf juga," ujar M Tora dihadapan puluhan wartawan Lebak, Rabu (31/8/2016).

M Tora pun menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Dirinya berjanji akan terus melakukan pembinaan kepada anggota polisi dijajaran Mapolres Lebak, agar dalam menjalankan tugasnya saat dalam sebuah acara atau kegiatan tidak kembali terjadi hal serupa.

"Saya harap teman-teman semua dapat memaafkan, khususnya kepada Mas Mastur Huda. Saya mohon saling memaafkan ini dilakukan dengan ikhlas," kata M Tora.

Sementara itu, Mastur Huda, wartawan Radar Banten yang bertugas di Kabupaten Lebak, mengapresiasi langkah Kapolres Lebak tersebut.

"Saya mengapresiasi langkah kapolres yang meminta maaf kepada rekan-rekan media. Namun, saya tetap meminta kepada Kapolres untuk mengevaluasi kinerja anak buahnya yang arogan. Bahkan, harus ada sanksi dari pimpinan terhadap anggota yang menyalahi Protap dan Kode Etik sebagai penegak hukum. Jika tidak, dikhawatirkan kejadian tersebut akan terulang lagi," ujar Mastur.

"Sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, polisi harus memberikan suri tauladan yang baik," tambah Mastur menambahkan. (TM-1/red)

berita terkait

Komentar