Aggota DPRD Provinsi Banten Komisi V, Encop Sofia, saat ditemui wartawan usai kampanye Vera-Nurhasan, di Kaloran, Kota Serang, Minggu (11/3/2018).
Aggota DPRD Provinsi Banten Komisi V, Encop Sofia, saat ditemui wartawan usai kampanye Vera-Nurhasan, di Kaloran, Kota Serang, Minggu (11/3/2018).

Anggota Komisi V DPRD Banten Dukung Program Pengobatan Gratis Gubernur WH

SERANG, TOPmedia - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten fraksi Gerindra Encop Sofia optimis program berobat gratis Dengan KTP-elektronik yang digagas oleh Gubernur Banten Wahidin Halim terlaksana.

"Berobat gratis, Pak Gubernur sebenarnya substansinya sudah sangat baik. Bagaimana warga di Provinsi Banten semuanya, terutama yang tidak mampu memiliki akses dilayani oleh negara atau pemerintah," terang anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V, Encop Sofia, saat ditemui wartawan usai kampanye Vera-Nurhasan, di Kaloran, Kota Serang, Minggu (11/3/2018).

Ia mengatakan, terkait dengan Undang-undang mengenai kesehatan, Gubernur Banten sudah ada upaya mengomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Saya yakin substansinya baik. Nanti kami cari caranya, bagaimana angaran ini bisa terserap bagi yang tidak mampu," tuturnya.

Ia mendukung Pemerintah Provinsi Banten untuk program berobat gratis yang merupakan janji Wahidin Halim saat masa kampanye lalu. "Mudah-mudahan Pemprov bisa membuat program itu (berobat gratis Dengan KTP-E-red) bagi yang mampu dan tidak mampu. Sekarang kami selesaikan dulu yang belum mampu," terangnya.

Encop tengah mencari pola bagaimana anggaran bisa terserap. Yang menurutnya, mengapa Gubernur Banten membuat program tersebut, agar anggaran negara bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Bisa dibicarakan, dengan tetap membuka ruang mencari solusi sesuai dengan aturan. Kami tetap optimis mendukung program Pak WH, bagaimana anggarannya sudah ada dan masyarakat yang membutuhkannya sudah ada. Sayang kalau itu tidak dilaksanakan," ungkapnya.

Sambung anggota DPD Partai Gerindra Banten ini, pada dasarnya kesehatan ini harus dicover semuanya oleh negara, baik yang mampu maupun tidak mampu. "Ada baiknya dicover oleh negara kalau kuat negaranya," tandasnya. (Ly/Red)

berita terkait

Komentar