Aliansi Mahasiswa Banten saat menggelar unjuk rasa di depan Kampus UIN SMH Banten. (Foto: TOPmedia)
Aliansi Mahasiswa Banten saat menggelar unjuk rasa di depan Kampus UIN SMH Banten. (Foto: TOPmedia)

Aliansi Mahasiswa Banten Kritisi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

SERANG, TOPmedia - Dalam memperingati Hari Mahasiswa Internasional, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Pemuda Mahasiswa (ANPM) Serang dan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Banten, melakukan aksi di depan Kampus UIN SMH Banten, Senin (20/11/2017)

Humas aksi, Aditiya dalam orasinya mengatakan, catatan AGRA selama 3 tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, setidaknya terdapat 49 kasus tindak kekerasan dan kriminalisasi yang dialami oleh rakyat yang mempertahankan dan atau menuntut haknya atas tanah.

Tindak kekerasan terjadi di 18 provinsi dengan 66 orang ditembak, 144 luka-luka, 854 orang ditangkap, 10 orang meninggal dunia dan 120 orang dikriminalisasi.

"Galang persatuan dan kekuatan Pemuda-Mahasiswa bersama rakyat tertindas, lawan liberalisasi, komersialisasi dan tindakan Represifitas dalam dunia pendidikan oleh rezim boneka AS Jokowi-JK," ujarnya disela-sela aksi.

Mereka juga menyerukan masifnya tindakan represifitas rezim Jokowi-JK dalam gerakan rakyat. Di bawah pemerintahan Jokowi-JK, kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia hidup dibawah teror intimidasi kekerasan kriminalisasi bahkan pembunuhan.

Selain itu pihaknya menolak dan melawan segala bentuk liberalisasi, komersialisasi serta privatisasi didunia pendidikan. Serta mengecam dan meminta hentikan segala tindakan pembungkaman ruang demokrasi dan refresifitas oleh aparat ataupun birokrasi di dalam kampus.

"Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, serta mengabdi pada rakyat. Tolak segala kebijakan yang tidak berpihak terhadap rakyat dan demokrasi, wujudkan reforma agraria sejati, serta bangun industrialisasi Nasional untuk hak lapangan kerja yang layak, merata dan dapat diakses luas," tutupnya. (Gilang/Red)

berita terkait

Komentar