Perusahaan yang diduga pabrik pengolahan hotmix di Tembong Jaya, Kota, Serang. (Foto: TOPmedia)
Perusahaan yang diduga pabrik pengolahan hotmix di Tembong Jaya, Kota, Serang. (Foto: TOPmedia)

Ada Pabrik Pengolahan Hotmix di Lingkungannya, Warga Tembong Jaya Resah

SERANG, TOPmedia - Kawasan Tembong Jaya, Kota Serang, yang sedianya adalah sebuah kawasan wisata, baru-baru ini terlihat peralatan besar seperti mesin pembuat hotmix. Belum diketahui pemilik perusahaan yang akan mendirikan pengolahan hotmix tersebut. Namun, beberapa warga yang mengetahuinya menyayangkan jika pengoperasian perusahaan tersebut berjalan.

Dikatakan Khamsin (37), warga Link. Ujung Tebu, Tembong Jaya, ia sangat menolak sekali adanya perusahaan pembuat hotmix tersebut. Menurutnya, perusahaan itu akan berdampak buruk bagi warga sekitar.  

"Sebagai warga sini saya ngga tau ini perusahaan apa. Tapi memang belum lama alat-alat besar ini disimpan dan kayanya akan dibuat perusahaan. Kalo aja benar untuk pengolahan hotmik, kami warga tidak terima, karena khawatir dampak buruknya menimpa warga," ujar Khamsin, Selasa, 23/8/2016.

Ditambahkan Khamsin, dengan adanya perusahaan pengolahan hotmix di sekitar kawasan wisata akan membawa dapak negatif bagi kedatangan wisatawan dari luar. Karena menurutnya, sebagai bagian dari kawasan wisata seharusnya tidak ada perusahaan pengolahan hotmik.

"Ini kan tempat wisata ya mas, ada waterboom dan lainnya. Kawasan ini juga kan sering digelar cros dan off road. Pa Jaman (Wali Kota Serang, red), juga sering off road di sini, apa enggak terganggu dia klo ada perusahaan ini. Kalo pemerintah ijinkan perusahaan pembuat hotmik ini, masyarakat sini pasti akan kena dampaknya, lantaran debunya nanti akan kemana-mana," tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga Lingkungan Nancang Wetan, Khudri, menurutnya pabrik seperti pernah ada beberapa tahun lalu, kabarnya pemiliknya bernama Wawan, adik dari Gubernur kala itu. Namun setelah beroperasi, ternyata keberadaannya sangat mengganggu. Selain mesin yang bising, debu yang dihasilkan juga mencemari lingkungan.

"Beberapa tahun yang lalu pernah ada pabrik seperti ini, katanya punya Wawan, tapi kami akhirnya menggalang aksi sampai dilaporkan ke DPRD dan pemerintah. Karena rumah warga dihujani debu setiap hari. Bahkan rumah-rumah warga atapnya penuh debu. Kami khawatir ini mengganggu kesehatan.

Khudri bersama warga lain mengancam akan melaporkan keberadaan pabrik hotmix itu ke pihak-pihak terkait. Karena khawatir pabrik tersebut juga tidak berijin, lantaran berada di wilayah perkotaan.

"Waktu itu juga ada perusahaan seperti ini, kami lapor ke pemerintah, Alhamdulillah pemerintah respon. Bukan tidak mungkin ini juga akan kami laporkan ke pihak-pihak terkait, seperti DPRD, Wali Kota, dan penegak hukum kalo ternyata melanggar ketentuan pendirian," ketus Khudri. (Gilang/Red)

berita terkait

Komentar