Wartawan Lebak saat diinterograsi di kantor jaga Satpol PP Pemkab Lebak. (Dok: TitikNOL)
Wartawan Lebak saat diinterograsi di kantor jaga Satpol PP Pemkab Lebak. (Dok: TitikNOL)

Ada Apa Pemkab Lebak Larang Wartawan Liput Pemberangkatan Haji?

LEBAK, TOPmedia - Insiden memalukan kembali terjadi di Kabupaten Lebak, kali ini wartawan yang dipermalukan dihadapan publik tersebut adalah wartawan media cetak lokal di Banten, Mastur Huda.

Kejadian bermula saat  dua orang wartawan dengan menunjukan ID Card sudah meminta izin kepada polisi yang berjaga dilpintu masuk pendopo Bupati Lebak untuk meliput acara pelepasan jemaah haji asal Lebak yang dihadiri bakal calon wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

Namun ketika sejumlah keluarga jemaah haji akan masuk melalui gerbang pendopo dan pintu gerbang terbuka, kedua wartawan tersebut pun ikut masuk karena terdorong dari belakang oleh keluarga calon jemaah calon haji yang akan masuk. Akan tetapi wartawan tetap dihalangi, bahkan setelah masuk langsung ditarik dan didorong masuk ke kantor jaga Satpol PP.

"Mereka mendorong dan bilang monyet, bajingan. Saat itu saya nggak terima ditarik-tarik dan didorong, saya sempat melawan dengan omongan. Bahkan baju saya ditarik sama oknum polisi bernama Angga, dan saya di masukin ke kantor jaga Satpol PP," terang Mastur.

Menurut Mastur, oknum polisi yang berjaga sangat arogan dan tidak mencerminkan aparat penegak hukum dengan mottonya kami siap melayani anda.

"Mereka telah melanggar Undang-undang nomor 40 tahun1999, oleh karenanya saya meminta pimpinan mereka yang bertugas melakukan penjagaan dipintu gerbang pendopo untuk menindak tegas sejumlah oknum polisi tersebut. Ucapan oknum polisi yang menyebut wartawan monyet dan bajingan menunjukan arogansi dan tidak mencermin pribadi yang baik sebagai aparat polisi," beber Mastur.

Senada dikatakan Dede Suhada, salah seorang wartawan di Lebak sebagai saksi mata membenarkan, adanya insiden antara Wartawan dengan oknum polisi. Kata Dede, polisi tidak perlu berprilaku seperti itu sebab tidak sesuai dengan mottonya sebagai pelindung dan pemgayom masyarakat.

"Benar sempat rusuh, apaan polisi berkata seperti layaknya orang tidak berpendidikan seperti itu," ujar Dede. (TitikNol/Red)

berita terkait

Komentar