Lahan pertanian di Kota Serang yang alami kekeringan, Jumat (23/8/2019). (Foto:Topmedia)
Lahan pertanian di Kota Serang yang alami kekeringan, Jumat (23/8/2019). (Foto:Topmedia)

55 Hektar Sawah Alami Puso, Lahan Pertanian Di Kota Serang Masuk KLB

SERANG, TOPmedia – Areal sawah tanam seluas 55 Hektare di Kota Serang mengalami puso akibat kekeringan yang berkepanjangan. Menurut catatan Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) ada sebanyak 2.234 Hektare sawah yang terdampak kekeringan dengan berbagai kondisi yakni, 1.819 hektare masih dalam keadaan ringan, 333 hektare masuk kategori sedang,  27 hektare kondisi berat dan 55 hektare mengalami puso.

Demikian dikatakan oleh Kepala BPTPHP Banten, Lukman Saptaji kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (23/8).

55 hektare sawah yang mengalami puso tersebut, lanjut Lukman, terbagi dalam tiga kecamatan yakni, Walantaka sebanyak 8 hektare, Cipocok Jaya sebanyak 5 hektare dan Kecamatan Taktakan sebanyak 42 Hektare.

"Kota Serang baru tahun ini mengalami Puso, dulu tidak pernah yang namanya kekeringan tapi tidak sampai kena puso. Sekarang mah kena puso, dan harusnya Distan melalui Pemkot Serang menyampaikan kejadian luar biasa (KLB) untuk tahun ini," katanya.

Menurut Lukman, persoalan kekeringan untuk lahan pertanian harus segera diselesaikan, karena bisa menyebabkan gagal panen. "Yang mengalami kondisi berat sudah tidak ada air, tidak bisa diatasi jika dalam seminggu ini tak turun hujan. Maka akan mengalami gagal panen atau puso," jelasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang, Edinata mengelak, telah terjadi puso di Kota Serang. Menurutnya, saat ini status areal persawahan di Kota Serang masih dalam status waspada belum ke arah gagal panen.

"Pemkot sudah tau ancaman puso, tinggal kita siap-siap saja. Tinggal nunggu perintah yang pasti, harus ada bantuan kita kan belum ada tim yang jelas. Bukti kekeringan sudah ada, tapi belum ke arah gagal panen," tandasnya. (TM03/Red)

berita terkait

Komentar