Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian bertempat di BKP Kelas II Cilegon saat melepas ekspor lima komoditas, Rabu (19/6) (Foto:Topmedia)
Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian bertempat di BKP Kelas II Cilegon saat melepas ekspor lima komoditas, Rabu (19/6) (Foto:Topmedia)

5 Komoditas Unggulan Petani Banten Senilai Rp 4,9 Miliar di Ekspor Hingga ke Amerika Serikat

CILEGON, TOPmedia Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian, melepas ekspor lima komoditas hasil pertanian petani Pemprov Banten senilai 4,9 miliar. 5 komoditas tersebut berupa Kayu Lapis, Rumput Laut, Corn Germ, Tepung Jagung dan Tepung Gandum.

Lima komoditas tersebut, saat ini  sdah menjadi trend kebutuhan dunia, khususnya China, India, Amerika Serikat, dan Philipina. Lima Komoditas tersebut merpakan komoditas wajib periksa karantina, sehingga harus dipastikan keamanannya oleh Petugas Karantina agar terjamin melalui penerbitan Phytosanitary Certificate (PC).

“Lima Komoditas tersebut, berasal dari berbagai perusahaan di antaranya
PT. Pundi Uniwood Industry ekspor Kayu Lapis, 2 kontainer sebanyak 110,8764 M3 dengan nilai Rp652 juta tujuan Amerika Serikat; PT. Gumindo Perkasa Industri Ekspor Rumput Laut, 1 kontainer, sebanyak 18.000 Kg (18 Ton) dengan nilai Rp458,6 juta tujuan China,” ungkap Kepala Badan Karatina Pertanian Ali Jamil, dalam keterangan persnya, Rabu (19/6).

Kemudian, lanjut Ali, adalah PT. Tereos FKS Indonesia ekspor Corn Starch (Tepung Jagung), 15 kontainer sebanyak 277,5 ton dengan nilai Rp1,4 miliar  tujuan Philipina; dan Corn Germ (Jagung Biji), 10 kontainer, tonase 165 Ton senilai Rp891 jiuta tujuan Korea Selatan; PT. Bungasari Flour Mills ekspor Tepung Gandum, 2 kontainer sebanyak 48.000 Kg (48 Ton) dengan nilai Rp346 juta tujuan Philipina; dan PT. Cerestar Flour Mills ekspor Tepung Gandum, 7 kontainer sebanyak 168,147 Kg (168,1 Ton) dengan nilai Rp965 juta tujuan Papua New Guinea dan Tepung Terigu, 1 Kontainer, sebanyak 23.875 Kg (23,8 Ton) dengan nilai Rp137 kuta tujuan Samoa.

“Kayu Lapis asal Provinsi Banten sudah diminati oleh beberapa negara dan ke depannya agar lebih banyak lagi volume yang diekspor serta jumlah negara tujuan ekspor diperluas, khususnya pasar di ASEAN dan ASIA yang masih sangat terbuka dan prospektif. Dan, untuk rumput laut asal Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Provinsi Banten adalah komoditas yang pertama kali diekspor melalui BKP Kelas II Cilegon,”tuturnya.

Selain it, lanjut Ali, Komoditas Corn Germ, Tepung Jagung, Tepung Gandum yang bahan bakunya masih berasal dari Luar Negeri, dan Industrinya ada di Cilegon. Diharapkan ke depan Industri tersebut dapat memacu Pemerintah Daerah dan petani lokal untuk bisa menjadi pemasok utama bahan baku industri.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, selain kelima komoditas tersebut pihaknya juga sudah mengirim sample 5 kilogram daun sirsak ke Vietnam, diharapkan tahun depan sdah ada hasilnya sehingga dapat meningkatkan ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Banten.

“Kalau untuk rumput laut, akan kita tingkatkan lagi jumlah kontainernya, mudah-mudahan semakin banyak, kemdian untuk manggis akan kita dorong backing house nya, mudah-mudahan akhir tahun jadi, jika tidak dibangun di Pandeglang akan dibangun di Serang,”ujar Raden Cahyo, usai pelepasan ekspor, di Balai Karantina Pertanian Cilegon, Rabu (19/6).

 Sedangkan terkait klinik ekspor, Raden Cahyo menambahkan, untuk pelayanan pihaknya siap 24 jam setiap hari dengan jadwal piket petugas yang memadai. “Guna mendorong peningkatan pemasaran ekspor komoditas andalan di Banten, Karantina Pertanian Cilegon menyediakan Klinik Ekspor 24 jam, agar dapat memberikan informasi dan pendampingan, akselerasi ekspor komoditas pertanian dan komoditas industri,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten menambahkan, keberadaan klinik ekspor tersebut akan membantu petani yang ada di Provinsi Banten, dan rencananya klinik tersebut tidak hanya berada di Balai Karantina Cilegon, melainkan ke sejumlah daerah lain di Banten.

Ia juga mengatakan, bahwa selain kelima komoditas tersebut banyak komoditi yang tidak familiar dan kurang ngetop, tapi di ekspor ada seperti jengkol dan pete.“Sejauh ini komoditi yang terbanyak ekspor dari pertanian di Banten adalah sarang burung wallet, dan manggis,”ujarnya menambahkan. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar