KPU Kota Cilegon. (Foto: TOPmedia)
KPU Kota Cilegon. (Foto: TOPmedia)

4 Hari Dibuka, Pendaftaran PPK di KPU Kota Cilegon Masih Sepi Peminat

CILEGON, TOPmedia - Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, untuk Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tahun 2020 masih sepi peminat. Perekrutan PPK yang sudah dibuka sejak Sabtu 18 Januari 2020 tersebut, hingga hari ini yang mengembalikan formulir baru 16 orang.

"Yang daftar hingga hari ini baru 16 orang, memang jika dilihat dari jumlah tersebut  masih jauh dari kebutuhan. Hanya saja biasanya pendaftaran ramai pada hari terakhir. Selain itu, banyak juga yg sudah komunikasi dan sedang menyiapkan surat-suratnya," ujar Ketua KPU Kota Cilegon Irvan Alfi, ditemui di Kantornya, Selasa (21/1/2020).

Ia mengungkapkan, masih sepinya pendaftaran PPK ini memang sesuai dengan trend di kota besar baru-baru ini, dimana peminat untuk kegiatan pemilukada mulai berkurang. Namun, prinsipnya Kota Cilegon memanggil mereka untuk ikut berkontribusi positif pada pilkada saat ini, baik sebagai penyelenggara maupun masyarakat yang aktif dalam proses.

"Ini sebetulnya bukan lowongan pekerjaan, melainkan sebuah kegiatan Voluntary untuk mengabdi ke negara, dan proses demokrasi di negara kita," tuturnya.

Kendati demikian, lanjut Irvan, pihaknya tidak khawatir jika target 80 tersebut tidak terpenuhi saat pendaftaran PPK. Pasalnya, sesuai aturan jika dalam pendaftaran tidak terpenuhi kebutuhannya, maka KPU diperbolehkan untuk melibatkan perguruan tinggi, atau instansi profesi lainnya. 

"Kebutuhan kita untuk PPK ini sekitar 80 orang, karena perkecamatan kebutuhannya 10 orang. 10 tersebut 5 orang untuk panitia, 5 orang untuk cadangan. Kita berharap sesuai deadline, tapi kalaupun seandainya masih kurang masih ada opsi lain, seperti bekerjasama dengan perguruan tinggi atau organisasi profesi lain," katanya.

Ia menambahkan, untuk mendaftar PPK ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya, pertama dia tidak dua periode, tidak menjadi tim kampanye, berintegritas, sehat jasmani dan rohani, serta bebas dari narkoba. (Ik/Red)

berita terkait

Komentar