Apel kesiapsiagaan TNI-Polri-Pemda dilakukan, di alun-alun Kota Serang, Rabu(25/11/2020).
Apel kesiapsiagaan TNI-Polri-Pemda dilakukan, di alun-alun Kota Serang, Rabu(25/11/2020).

14 Hari Jelang Pilkada 2020, Penegakan Prokes Diperketat

SERANG, TOPmedia - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Banten dikawal ketat oleh seluruh unsur muspika. Mulai dari TNI, Polri hingga Pemerintah Daerah (Pemda). 

Hal itu dikarenakan, pelaksanaan Pilkada serentak di 4 daerah di Banten tinggal 14 hari lagi. Sebab itu, apel kesiapsiagaan TNI-Polri-Pemda dilakukan, di alun-alun Kota Serang, Rabu(25/11/2020).

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, apel kesiapsiagaan dalam rangka menjaga kondusifitas Pilkada serentak, agar tidak ada kerumunan maupun kumpul massa kampanye.

"Inikan lagi Pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap sehat dan Pilkada bisa berjalan baik. Makanya pelaksanaan penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) harus dilakukan dengan tegas. Pemerintah, TNI dan Polri menjaga ketentraman bersama," ungkap Andika kepada awak media. 

Andika juga menjelaskan, bahwasanya Pemerintah telah menyiapkan Perda untuk mengatur penanganan saksi bagi masyarakat yang melanggar maupun Calon Kepala Daerah.

"Karena kita ingin pendisplinan Prokes. Bahkan kita juga berkoordinasi dengan gugus tugas, dengan menyiapkan tenaga medis di titik zona merah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menambahkan, khusus TNI di wilayah Banten disiapkan personil sekitar 1000 pasukan untuk membantu pelaksanaan Pilkada di Banten. 

"Ini semua untuk menjaga Prokes Kabupaten atau Kota di Banten yang melaksanakan Pilkada 2020. Seluruh personil dikerahkan, mulai dari proses pendaftaraan hingga perhitungan suara," tegasnya.

Ditempat sama, Kapolda Banten, Irjen Fiandar mengakui, personil kepolisian juga ikutserta, dengan menerjunkan 3500 pasukan dikerahkan.

"Kita akan menerapkan displin Prokes dan menjaga jarak. Bagi yang mengabaikanya terdapat undang-undang, dan telah masuk KUHP," tutup Irjen Fiandar seraya mengakhiri wawancara. (Feby/Red)

berita terkait

Komentar