Ilustrasi cinta remaja (foto:Net)
Ilustrasi cinta remaja (foto:Net)

12 Masalah Percintaan Remaja yang Selalu Ada dan Perlu Orang Tua Tahu

 
TOPmedia - Remaja mengalami banyak hal “pertama kali” saat tumbuh dewasa. Cinta pertama adalah salah satu hal besar yang penting di antaranya. Remaja menyaksikan karakter fiksi dalam melakukan aktivitas romantis di TV, melihat teman mereka pergi kencan, dan ingin bergabung dengan geng agar bisa merasakan romantisme. 
 
Dengan keinginan mencoba suatu hal baru yang sangat besar, remaja sering kali mengalami hubungan yang tidak sehat. Karenanya, remaja membutuhkan bimbingan saat mereka masuk ke dalam dunia penuh romantisme. Supaya bisa menghindari masalah hubungan percintaan.
Berikut ini adalah beberapa masalah percintaan yang sering dialami remaja yang perlu kedua orang tua tahu.
 
1. Kehidupan Berubah Setiap Saat
Keputusan sulit sering harus dibuat saat kita mempersiapkan diri untuk kelulusan. Pasangan seorang remaja bisa jadi berpisah sekolah lanjutan. Ada yang masuk ke sekolah satu, dan ada yang melanjutkan ke sekolah lainnya. Bisa jadi, pasangan semasa sekolah tidak melanjutkan ke tempat yang sama. Menjalani sebuah hubungan jarak jauh sendiri mungkin dilakukan, tapi sangat sulit dilakukan. Saling percaya dan menekan kerinduan akan bisa membantu hubungan jarak jauh. Jika memang kita memutuskan untuk mempertahankan hubungan, sebaiknya kita fokus akan cinta kita masing-masing.
 
2. Pertumbuhan Mengikuti
Remaja bertumbuh dengan pasti dan konstan, perubahan dan perkembangan secara fisik adalah hall umrah. Mereka juga mengetahui tentang perubahan di diri orang lain dan mulai tahu apa yang dicari dari seorang pasangan. Hanya saja, hal ini bisa menjadi masalah. Seorang remaja bisa mendapati diri mereka berpindah dari suatu hubungan ke hubungan lain sampai mereka yakin mereka menemukan apa yang mereka cari. Karenanya, sebaiknya memang tidak terlalu serius saat menjalani hubungan di masa remaja.
 
3. Saling Menghormati adalah Suatu Kewajiban
Menghormati pasangan adalah komponen utama dari suatu hubungan. Setiap pihak harus menghargai Batasan dan juga opini pasangannya. Hubungan cinta remaja bisa muncul saat ada satu pihak (atau bahkan keduanya) tidak menghargai pasangan. Maka dari itu, penting untuk mengutarakan perasaan saat kita merasa tidak dihargai. Jika ia tidak siap untuk mendengar, sebaiknya sudahi saja hubungan dan mulai mencari seseorang yang menghormati kita.
 
4. Pendidikan yang Utama
Sebuah hubungan, apakah kasual atau serius, bisa mempengaruhi nilai sekolah seorang remaja.  Remaja yang sedang kasmaran akan menghabiskan banyak waktu bersama pasangannya dan mengorbankan waktu mengerjakan PR atau bahkan bolos sekolah. Mereka sering kehilangan fokus pada pendidikan saat mereka berkonsentrasi pada hubungan dengan pasangannya. Ini bis amenjadi sebuah masalah serius remaja ketika remaja lebih fokus pada percintaannya daripada pendidikannya.
 
5. Hubungan Serius vs. Naksir
Remaja bisa menghabiskan banyak waktu pada seseorang yang mereka pikir memiliki hubungan serius padahal hanya naksir belaka. Karenanya, penting untuk mengetahui perbedaan keduanya. Ketertarikan pada seseorang yang baru kita kenal adalah suka belaka – bukan cinta. Pergi dengan teman wanita cantik atau pria ganteng dari kelas tidak berarti kita ada dalam hubungan yang ekslusif. Itulah sebabnya, penting untuk membangun hubungan dengan perlahan, agar tidak patah hati di kemudian hari.
 
6. Bisa Jadi Bertepuk Sebelah Tangan
Satu dari banyak masalah percintaan remaja adalah jatuh cinta pada orang yang tidak bisa kita miliki. Sangat menyakitkan ketika kita mencintai mereka yang tidak balik mencintai kita. Kita sungguh bukanlah seorang yang tepat untuknya hanya karena kita berada di waktu yang tidak tepat, atau karena beragam perbedaan lainnya yang kita tidak sadari. Karenanya, jika terjadi, sebaiknya kita menikmati hidup kita, karena nantinya jodoh juga akan mendatangi.
 
7. Cinta Pertama Bisa Menyakiti
Masalah percintaan remaja tentu saja termasuk juga soal cinta pertama. Perasaan yang ada biasanya sangat intens – campuran dari menghadai perasaan baru, pengalaman baru, perubahan hormon, rasa cemburu, kebingungan, bahkan keinginan untuk saling berkontak fisik. Remaja perlu menyadari bahwa perbedaan antara mengalami cinta pertama dan perubahan hormon sangatlah tipis. Jangan sampai kita mengalami patah hati di kemudian hari.
 
8. Tekaan Sosial Itu Nyata
Remaja sangat peduli akan opini teman-teman di sekitar mereka. Apakah mereka memiliki pacar atau tidak, atau sedang berusaha mendekati seseorang atau tidak, merupakan hal yang sangat penting bagi mereka. Karena teman-temannya akan memiliki opini akan hal itu. Inilah yang menjadi sebuah tekanan sosial yang dialami remaja, khususnya soal percintaan. Kadang kala seorang remaja bahkan bisa menjalin hubungan dengan seseorang dari dalam grup untuk bisa masuk ke dalam kelompok tersebut. Dengarkan saja segala opini teman di sekelilingmu, tapi berbuatlah sesuai kata hatimu.
 
9. Kencan dengan Mantan Pacar Teman
Berpacaran dengan mantan pacar teman bisa menjadi hal yang penuh kontroversi. Di banyak kasus, ini bukanlah hal yang baik untuk di lakukan. Tapia da beberapa pengecualian. Jika mereka berpacaran dalam waktu yang pendek dan sepakat bahwa mereka memang tidak cocok, jika mereka sudah putus dalam waktu yang sangat lama, atau mereka memang sudah tidak memiliki perasaan satu sama lain, maka semua baik-baik saja dan tidak ada masalah. Tanyakan pada temanmu sebelumnya, dan lihat bagaimana Bahasa tubuhnya, untuk memastikan bahwa ia benar-benar tulus. Catat pula bahwa ada kemungkinan kita harus memilih antara teman atau pasangan.
 
10. Jangan Terpenjara
Sangat tidak sehat untuk masuk ke dalam sebuah hubungan yang mengisolasi kita dari orang lain. Sangat penting untuk tetap berhubungan dengan teman-teman kita saat kita menjalani hubungan. Kita memang bisa tergoda untuk menghabiskan banyak waktu bersama pasangan. Tapi cobalah untuk menyeimbangkan hubungan karena mereka adalah hal penting dalam hidup kita juga. Hubungan yang memenjara bisa sangat tidak baik. Karena, jika hubungan tidak berjalan sesuai harapan, teman-teman kita lah yang akan menolong.
 
11. Komunikasi Adalah Segalanya
Berkomunikasi dengan konstan bisa menghindarkan kita dari ketidaksepahaman atau salah paham. Ini bisa membantu hubungan lebih tumbuh dan lebih baik lagi. Ambil waktu untuk saling terbuka antar kita dan pasangan. Jika kita kesulitan untuk terbuka pada seseorang, mungkin kita harus memikirkan kembali keputusan untuk masuk ke dalam hubungan itu. Kita harus bisa berkomunikasi dengan pasangan. Karena jika tidak ada kepercayaan, hubungan tidak akan efektif dan tidak akan berusia lama.
 
12. Izin Orang Tua
Sangat wajar jika orang tua menolak hubungan percintaan anaknya. Dan ini adalah sebuah ketakutan yang banyak dialami remaja. Orang tua biasanya melarang karena takut dan belum siap menghadapi kenyataan anak mereka memiliki pasangan atau takut sang anak masuk ke dalam sebuah hubungan yang tidak baik. Remaja harus mendengarkan masukan dari orang tua mereka tentang hubungan percintaan. Remaja bagimana pun juga, harus menyudahi hubungan jika orang tua tidak mengizinkan, dan bisa tetap berteman dengan pasangannya. Mereka bisa melanjutkan hubungan ketika sudah cukup umur dan bisa memutuskan hidupnya sendiri. (Canva.com)

berita terkait

Komentar

pCloud Premium